Jika seseorang ingin menilai Nasaruddin Umar, jangan lihat dari bisikan fitnah, tetapi lihatlah dari jejak karyanya.
Ia menjaga akidah umat dengan dakwah yang sejuk dan penuh kebijaksanaan.
Ia mengokohkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di tengah gelombang ekstremisme dan fanatisme.
Ia menjadi juru damai yang menyatukan, bukan memecah belah; mendekatkan, bukan menjauhkan.
Ia mendapat pengakuan, bukan hanya dari umat Islam, tetapi juga dari berbagai lapisan masyarakat, karena perannya dalam membangun harmoni dan toleransi.
Lalu, dengan semua fakta ini, di mana letak pengkhianatan yang dituduhkan kepadanya? Apakah musuh Islam akan memberikan penghargaan kepada seseorang yang justru semakin memperkokoh Islam?
*Dunia yang Penuh Paradoks: Mengapa yang Berjasa Malah Dicurigai?*
Ironis memang. Seharusnya prestasi dihargai, bukan dicurigai. Seharusnya keberhasilan didukung, bukan dijegal.
Tetapi, beginilah dunia: terkadang lebih cepat percaya pada kebohongan yang nyaman daripada kebenaran yang menuntut pemikiran jernih.
Di saat Nasaruddin Umar bekerja keras membangun keharmonisan, ada yang justru menghabiskan waktunya untuk menyebar syak wasangka.
Di saat ia berusaha meneguhkan Islam dengan kelembutan dan hikmah, ada yang malah sibuk melabelinya dengan tuduhan keji.
Namun, seperti kata pepatah Arab:
إذا جاء موسى، ذهب السحر
"Jika cahaya Musa telah datang, maka sihir akan sirna."
Begitu pula dengan fitnah. Sebesar apa pun badai tuduhan, pada akhirnya kebenaran akan tetap tegak, dan fitnah akan tenggelam dalam lumpur ketidakberdayaannya sendiri.
*Cahaya Takkan Padam oleh Bayangan*
Nasaruddin Umar adalah sosok yang telah membuktikan dirinya melalui karya, bukan sekadar kata.
Artikel Terkait
Kompak dan Terintegrasi Menggapai Swasembada Beras
Pertanian dan Kemakmuran Petani
Upaya Menuju Satu Harga Gabah
Mutiara Pagi: Kesenangan (Bagian 1760)
Restrukturisasi Organisasi, PAC GP Ansor Karangtengah Bentuk Pengurus Baru yang Kompeten
Mutiara Pagi: Identitas (Bagian 1761)
Racism is America's Original Sin
Islam dan Peperangan kepada Rasisme
PAC GP Ansor Karangtengah Gelar Rapat Agro Kader untuk Perkuat Ekonomi
Urgensi Akses dan Insfrastruktur Desa Sukamulya Cikadu Cianjur Selatan