JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Pemerintah Kabupaten Cianjur mencatat tren positif dalam perolehan investasi pada awal tahun ini. Hingga kuartal pertama tahun 2026, total modal yang masuk ke wilayah tersebut telah menyentuh angka Rp608,01 miliar.
Jumlah tersebut setara dengan 23,08 persen dari keseluruhan target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp2,63 triliun, dengan sektor industri manufaktur sebagai pendorong utamanya.
Penanaman Modal Asing atau PMA menjadi motor penggerak paling dominan dengan sumbangan mencapai Rp446,36 miliar, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri atau PMDN menyumbang Rp161,65 miliar.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Cianjur, Superi Faizal, ST, memaparkan bahwa geliat pertumbuhan ini terlihat di berbagai lini usaha strategis yang berhasil memikat minat para pemodal lokal maupun internasional.
Pada ketegori pemodal domestik, sektor jasa lainnya memimpin dengan angka Rp50,99 miliar, diikuti pertambangan senilai Rp45,29 miliar, serta peternakan sebesar Rp16,59 miliar.
Sektor properti dan kawasan industri turut andil dengan Rp14,79 miliar, disusul utilitas listrik, gas, dan air bersih sebesar Rp11,62 miliar, serta sektor perdagangan yang membukukan Rp9,24 miliar.
Sementara itu, struktur modal asing didominasi oleh industri pembuatan barang dari kulit dan alas kaki dengan angka yang sangat mencolok, yaitu Rp414,53 miliar.
Sektor manufaktur lain mengikutinya dengan Rp14,39 miliar, sektor peternakan Rp4,87 miliar, perikanan Rp4,27 miliar, serta sektor perumahan dan perkantoran senilai Rp2,59 miliar.
Peningkatan realisasi modal ini diharapkan mampu memicu akselerasi ekonomi lokal, membuka lapangan pekerjaan baru, dan meningkatkan produktivitas masyarakat.
Guna mempertahankan tren ini, otoritas setempat terus membenahi iklim usaha lewat simplifikasi birokrasi perizinan serta penyediaan infrastruktur penunjang guna memperkuat posisi daerah di tingkat regional.
Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian, menyatakan kesiapan daerahnya dalam menyambut kedatangan para pelaku usaha.
Menurut dia, wilayahnya memiliki modal kuat berupa kekayaan alam, tenaga kerja produktif, serta letak geografis yang strategis sebagai koridor penghubung ekonomi di Jawa Barat.
“Kabupaten Cianjur sebagai rumah masa depan investasi membuka peluang seluas-luasnya bagi para investor untuk tumbuh dan berkembang bersama," ucapnya, Rabu (3/6/2026).
Didukung potensi sumber daya alam yang melimpah, sumber daya manusia yang kompeten dan produktif, serta posisi strategis yang menjanjikan, Cianjur hadir sebagai daerah yang prospektif untuk berbagai sektor investasi.
Artikel Terkait
Korupsi Musuh Pancasila
Pilar Kearifan Itu Telah Berpulang: Duka Mendalam NU atas Wafatnya KH. Adib Rofi’uddin Izza
Mutiara Pagi: Diam atau Bersuara (Bagian 2228)
Seni Membangun Kepercayaan Diri di Atas Panggung
Strategi Jitu Mengkampanyekan Hotel agar Ramai Pengunjung
PPP Purwakarta Terima SK Kepengurusan Baru pada Hari Lahir Pancasila
Meriahkan HUT Ke-44 Yogya Group, Yomart Gelar Senam Sehat Bersama Puteri Indonesia di Cibaduyut
Mutiara Pagi: Ucapan (Bagian 2229)
Konsistensi 11 Tahun Makaffah Salon Merawat dan Memberdayakan Kaum Perempuan
Dugaan Kejanggalan Kematian Anak di Puskesmas Sindangbarang Cianjur Mencuat, Kuasa Hukum Siap Mengadu ke Komisi III DPR RI