Dalam banyak realitas
manusia sering dalam posisi yang ambigu
tidak jarang hanya merasa pantas
meski dirinya terkadang belum tentu tahu
kehilangan hakikat dirinya
sebagai manusia yang bermakna
ketika diam ataupun bersuara
tidak memberi manfaat apa-apa
ada yang sibuk menilai sesama
namun lupa menimbang dirinya
terlihat bijak dalam berkata
namun hampa dalam makna
ada yang lantang bersuara
namun tanpa arah dan tujuan
sekadar riuh tanpa makna
tanpa memberi jalan kebaikan
ada yang memilih diam
mengira bentuk kebijaksanaan
padahal ketika memilih diam
tersembunyi sebuah pembiaran
antara diam dan bersuara
manusia sering kehilangan rasa
mana yang benar untuk dijaga
mana yang hanya sekadar prasangka
padahal hidup menuntun manusia
bukan sekadar hadir tanpa makna
melainkan menjadi cahaya
meski kecil bagi sesama
Malang, 2 Juni 2026
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Kebaikan ( Bagian 2226)
Bisa Education Sukses Antarkan Tujuh Siswa Lolos ke Perguruan Tinggi Negeri
Pelantikan Raya PMII IAI Al-Azhary: Satukan Komisariat dan Rayon, Kobarkan Semangat Revitalisasi Kaderisasi
Kurnia Resto Hadirkan Promo Spesial Hari Lahir Pancasila, Diskon Menu Paket Mulai Rp 20.000
Menakar Efisiensi Anggaran Daerah Cianjur di Balik Rehabilitasi Rumah Dinas Kejaksaan
Mutiara Pagi: Ruang Perjumpaan (Bagian 2227)
Lima Sila sebagai Lima Luka
Peringati Hari Lahir Pancasila, Pemuda Pancasila Cianjur Tanam 1.000 Bibit Pohon di Cugenang
Korupsi Musuh Pancasila
Pilar Kearifan Itu Telah Berpulang: Duka Mendalam NU atas Wafatnya KH. Adib Rofi’uddin Izza