ilmu yang sejati
tak lahir dari gemerlap pujian
melainkan dari hati
yang setia merawat kebijaksanaan
mengalir seperti mata air
jernih tanpa memilih muara
menghidupkan setiap jiwa yang berpikir
tanpa pernah meminta balasan apa-apa
setiap lembar ilmu
menjadi cahaya bagi kehidupan
bukan untuk menjadi yang paling tahu
melainkan memuliakan kemanusiaan
orang yang berilmu
tak sibuk menghitung keunggulan
tapi lebih gemar mencari tahu
daripada berlomba memenangkan percakapan
sebab puncak ilmu
bukan pada tingginya pengetahuan
melainkan pada teduhnya kalbu
yang menghidupkan setiap perjumpaan
bila ilmu melahirkan kesombongan
cahayanya perlahan akan hilang
namun bila menumbuhkan kerendahatian
setiap langkah menuntun ke jalan yang terang
maka teruslah belajar
hingga ilmu berbuah kebijaksanaan
dan akhlak pun menjadi benar
mengantarkan langkah menuju rida Tuhan
Malang, 6 Juli 2026
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Cahaya Ilmu (Bagian 2261)
Nestapa Ibu Korban Aniaya Oknum Polisi Tegal: Hati Saya Lebih Sakit daripada Fisik
Jerat Trauma Istri Polisi di Tegal yang Dipaksa Konsumsi Narkoba
Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Kian Pekat hingga Picu Ratusan Kasus ISPA
Menkeu Purbaya Sebut Anggaran Makan Bergizi Gratis Dihemat Besar-besaran
Kabar Gembira! Hayyabina Tour and Travel Gelar Flash Sale Paket Umroh 12 Hari Agustus-September 2026
Gaya Komunikasi Kepala Bakom RI Jawab Isu Koperasi Merah Putih Lewat Data
Penyelidikan Penemuan Bayi di Toilet KA Sancaka Fokus pada Rekaman CCTV
Keluarga Tanggapi Kapolda NTT soal Penolakan Psikolog oleh Dokter Icha
PMII Jawa Barat Kritik Perubahan Nama Jadi Tatar Sunda, Tantang DPRD Debat