Mutiara Pagi: Wakil Rakyat yang Baik (Bagian 2245)

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Jumat, 19 Juni 2026 | 08:39 WIB
Gedung DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. DPR bersama pemerintah menyepakati sejumlah poin penting pembahasan RUU Polri, termasuk perubahan usia pensiun anggota kepolisian, peluang penempatan polisi aktif di jabatan sipil tertentu, serta ketentuan pendidikan minimal calon anggota Polri. (Foto: dpr.go.id)
Gedung DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. DPR bersama pemerintah menyepakati sejumlah poin penting pembahasan RUU Polri, termasuk perubahan usia pensiun anggota kepolisian, peluang penempatan polisi aktif di jabatan sipil tertentu, serta ketentuan pendidikan minimal calon anggota Polri. (Foto: dpr.go.id)

 

wakil rakyat yang baik:
pahami politik sebagai ruang pengabdian
bukan berubah menjadi perebutan jabatan
bukan pula pembagian kekuasaan
melainkan gagasan tentang masa depan

yang dipertarungkan konsepsi kebaikan bersama
bukan akses terhadap kekuasaan dan sumber daya
kepentingan nasional hendaknya dikedepankan
melalui tindakan yang penuh dengan kesetiaan

wakil rakyat yang baik:
mengapa pemimpin politik hari ini
kerap datang dengan janji-janji
namun tidak selalu ditopang oleh strategi yang teruji
serta kapasitas yang memadai

sepinya sejumlah keteladanan
telah mengubur kepercayaan
akibat banyak janji yang berhenti
sebatas mimpi yang tak pernah terbukti

jika dahulu kebodohan menjadi musuh politik
kini kecerdasan kerap diperlakukan kurang baik
keahlian dikalahkan oleh kedekatan
kedalaman pikir justru dicurigai dan disingkirkan

padahal sudah ada peringatan
yang telah lama disampaikan:
apabila suatu urusan
diserahkan kepada mereka yang tak punya keahlian
maka tinggal menunggu datangnya kehancuran

maka bangunlah kembali kesadaran
bahwa amanah bukan sekadar jabatan
melainkan beban yang harus ditunaikan
dengan ilmu, integritas, dan kejujuran

ingatlah, sejarah tak pernah diam
akan mencatat setiap langkah yang kau tanam
apakah menjadi cahaya dalam peradaban
atau sekadar bayang yang hilang ditelan zaman

Malang, 19 Juni 2026
Salam sehat,

M. Sinal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mutiara Pagi: Tangga (Bagian 2295)

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 07:20 WIB

Mutiara Pagi: Anak Panah (Bagian 2294)

Jumat, 7 Agustus 2026 | 13:27 WIB

Mutiara Pagi: Layang-Layang (Bagian 2293)

Kamis, 6 Agustus 2026 | 15:26 WIB

Mutiara Pagi: Pahatan Waktu (Bagian 2292)

Rabu, 5 Agustus 2026 | 07:03 WIB

Mutiara Pagi: Prinsip (Bagian 2291)

Selasa, 4 Agustus 2026 | 14:22 WIB

Mutiara Pagi: Gema (Bagian 2290)

Senin, 3 Agustus 2026 | 15:22 WIB

Mutiara Pagi: Menanam Kebaikan (Bagian 2289)

Minggu, 2 Agustus 2026 | 09:16 WIB

Mutiara Pagi: Hukum Sederhana (Bagian 2288)

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 07:04 WIB

Mutiara Pagi: Diamlah Sejenak (Bagian 2287)

Jumat, 31 Juli 2026 | 07:49 WIB

Mutiara Pagi: Kemenangan Terbesar (Bagian 2286)

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:56 WIB

Mutiara Pagi: Yang Tertunda (Bagian 2285)

Rabu, 29 Juli 2026 | 06:55 WIB

Mutiara Pagi: Berkata Baik atau Diam (Bagian 2284)

Selasa, 28 Juli 2026 | 13:52 WIB

Mutiara Pagi: Integritas (Bagian 2283)

Senin, 27 Juli 2026 | 10:15 WIB

Mutiara Pagi: Wibawa (Bagian 2282)

Minggu, 26 Juli 2026 | 06:47 WIB

Mutiara Pagi: Guru yang Adil (Bagian 2281)

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:46 WIB

Mutiara Pagi: Ketangguhan (Bagian 2280)

Jumat, 24 Juli 2026 | 06:09 WIB

Mutiara Pagi: Semua Dipergilirkan (Bagian 2277)

Selasa, 21 Juli 2026 | 06:53 WIB
X