Hidroponik Sumbu Jadi Solusi Bertani di Perkotaan, Di Lahan Sempit Pun Bisa

photo author
Ridwan Mubarok, Journal Nusantara
- Kamis, 30 Juli 2026 | 04:40 WIB
Hidroponik sistem sumbu menjadi solusi urban farming hemat biaya, mudah diterapkan, dan cocok untuk lahan sempit perkotaan.
Hidroponik sistem sumbu menjadi solusi urban farming hemat biaya, mudah diterapkan, dan cocok untuk lahan sempit perkotaan.

JournalNusantara.com - Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan bukan lagi menjadi penghalang untuk bercocok tanam. Salah satu solusi yang kini semakin banyak diperkenalkan adalah hidroponik sistem sumbu (wick system), metode budidaya tanaman yang sederhana, hemat biaya, dan mudah diterapkan oleh masyarakat.

Hidroponik sistem sumbu memanfaatkan kain sebagai media penyalur air dan nutrisi dari wadah penampung menuju akar tanaman. Berbeda dengan sistem hidroponik lainnya, metode ini tidak membutuhkan pompa maupun instalasi yang rumit sehingga cocok digunakan oleh pemula.

Kepala Pusat Studi Pertanian Perkotaan Universitas Trilogi, Warid, mengatakan hidroponik wick system menjadi salah satu metode paling mudah untuk memulai urban farming, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan lahan terbatas.

"Hidroponik sistem sumbu atau wick system menjadi salah satu metode bercocok tanam yang paling mudah diterapkan masyarakat. Selain tidak membutuhkan pompa maupun instalasi yang rumit, metode ini juga hemat biaya karena dapat memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di sekitar kita," kata Warid kepada Panennews.com, anggota Promedia Group, di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Baca Juga: Diduga Oknum Guru Lakukan Pelecehan Seksual di SMAN 1 Solok, Siswa Bentangkan Banner ‘Stop Penyimpangan’

Menurutnya, metode tersebut tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sayuran secara mandiri, tetapi juga mendorong pemanfaatan barang bekas seperti galon plastik sebagai media tanam sehingga lebih ramah lingkungan.

"Kami berharap semakin banyak masyarakat yang mulai memanfaatkan pekarangan rumah, sekecil apa pun lahannya. Dengan cara yang sederhana, keluarga tetap bisa menghasilkan sayuran segar secara mandiri," ujarnya.

Dalam praktiknya, bagian bawah galon digunakan sebagai penampung air yang telah dicampur larutan nutrisi. Sementara bagian atas diisi media tanam seperti sekam bakar atau cocopeat, dengan kain flanel yang berfungsi sebagai sumbu untuk menyalurkan air dan nutrisi ke akar tanaman.

Metode ini dapat diterapkan untuk berbagai jenis tanaman hortikultura, seperti selada, pakcoy, kangkung, bayam, cabai, tomat, hingga terong.

Baca Juga: Jelang Kunjungan Presiden Prabowo ke Wonotunggal, Ribuan Personel Gelar Apel Pengamanan

Sementara itu, mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Trilogi, Tsabbit Aqdaamii' Arsyan, mengatakan teknologi sederhana tersebut juga diperkenalkan kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) agar warga dapat mempraktikkannya secara mandiri di rumah.

"Kami tidak hanya mengenalkan konsep urban farming, tetapi juga mengajak warga mempraktikkan langsung pembuatan hidroponik sistem sumbu agar mereka bisa menerapkannya sendiri di rumah," kata Tsabbit.

Ia mengatakan antusiasme masyarakat cukup tinggi karena metode tersebut mudah dipelajari dan tidak memerlukan modal besar.

"Warga sangat antusias mengikuti praktik pembuatan hidroponik sistem sumbu. Harapannya, pengetahuan ini tidak berhenti saat kegiatan KKN selesai, tetapi dapat terus diterapkan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga," ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ridwan Mubarok

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mutiara Pagi: Yang Tertunda (Bagian 2285)

Rabu, 29 Juli 2026 | 06:55 WIB

Mutiara Pagi: Berkata Baik atau Diam (Bagian 2284)

Selasa, 28 Juli 2026 | 13:52 WIB

Mutiara Pagi: Integritas (Bagian 2283)

Senin, 27 Juli 2026 | 10:15 WIB

Mutiara Pagi: Wibawa (Bagian 2282)

Minggu, 26 Juli 2026 | 06:47 WIB

Mutiara Pagi: Guru yang Adil (Bagian 2281)

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:46 WIB

Mutiara Pagi: Ketangguhan (Bagian 2280)

Jumat, 24 Juli 2026 | 06:09 WIB

Mutiara Pagi: Semua Dipergilirkan (Bagian 2277)

Selasa, 21 Juli 2026 | 06:53 WIB

Mutiara Pagi: Nilai Persahabatan (Bagian 2275)

Minggu, 19 Juli 2026 | 06:57 WIB

Mutiara Pagi: Kembali pada Diri (Bagian 2274)

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Sembunyikan (Bagian 2273)

Jumat, 17 Juli 2026 | 05:47 WIB

Mutiara Pagi: Ketenangan Batin (Bagian 2272)

Kamis, 16 Juli 2026 | 06:03 WIB

Mutiara Pagi: Berikan Sebagian (Bagian 2270)

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:32 WIB

Mutiara Pagi: Simpan Sebagian (Bagian 2269)

Senin, 13 Juli 2026 | 11:27 WIB

Mutiara Pagi: Perbedaan (Bagian 2268)

Minggu, 12 Juli 2026 | 06:58 WIB
X