JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Pengelolaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Garuda Mandiri di Desa Sukamaju, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, memicu persoalan.
Forum Kajian dan Aksi (FOKSI) Kabupaten Cianjur menyoroti operasional layanan tersebut setelah muncul keluhan terkait distribusi makanan yang diduga sudah asam di Posyandu Dahlia 1 pada Senin (3/8/2026).
Irfan, seorang tokoh masyarakat setempat, mengonfirmasi bahwa olahan nugget tahu yang dibagikan kepada penerima manfaat saat itu sudah tidak layak konsumsi.
Selain keluhan makanan, ia mengungkapkan adanya ketidaksesuaian menu balita yang menyajikan sate berbumbu kacang, penarikan paket makanan tanpa pengganti, hingga dampak lingkungan berupa pencemaran limbah.
“Betul, pada hari itu nugget tahu yang diterima penerima manfaat rasanya sudah asam,” ujar Irfan.
Ia menambahkan, limbah dari aktivitas dapur MBG dituduh mencemari aliran sungai, mengontaminasi kolam hingga mematikan ikan warga, serta merembet ke sumur milik seorang kiai. Akibat pencemaran tersebut, pemilik sumur yang sedang sakit stroke terpaksa harus mengungsi.
“Makanan yang sudah dibagikan sempat ditarik kembali, tetapi tidak ada makanan pengganti untuk penerima manfaat pada hari itu,” katanya.
“Akibat limbah yang masuk ke sumur, kiai pemilik sumur untuk sementara harus mengungsi ke rumah lain,” ungkap Irfan.
Menanggapi hal itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Garuda Mandiri, Luthfi, membantah sajian dalam kondisi basi dan menyebut indikasi rasa asam berasal dari proses fermentasi tahu.
Pihaknya mengklaim telah menjalankan pemeriksaan Prosedur Operasional Standar (SOP) bersama koki sebelum pengiriman.
“Kemungkinan rasa asam terjadi akibat fermentasi bahan baku tahu. Sebelum didistribusikan, saya bersama koki dapur sudah melakukan pengecekan sesuai prosedur dan tidak ditemukan makanan dalam kondisi basi,” ucap Luthfi.
Terkait pemberian bumbu kacang untuk balita, Luthfi menjelaskan opsi penggantian menu telah disosialisasikan. Ia pun membenarkan tidak ada sajian pengganti saat penarikan makanan, tetapi berita acara telah dibuat.
Meski demikian, Korcam SPPG Kecamatan Cibeber, Syarif, memilih tidak menandatangani dokumen tersebut.
“Kami sudah menyampaikan kepada penerima manfaat. Apabila ada yang tidak menyukai menu tersebut, bisa meminta penggantian menu pada pengiriman berikutnya,” ujarnya.
Artikel Terkait
Syahriahan Karangtengah, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara di Cianjur
Jamin Ketersediaan, BULOG Pasok 3.000 Ton Beras Premium untuk Cianjur dan Sukabumi
Gubernur Aceh Didesak Evaluasi TAPA, Usai Dana Rp1,6 Triliun Mengendap
Anggota Komisi IV DPR RI Soroti Kemitraan Pabrik Gula, Petani Tebu Banyuwangi Harus Jadi Prioritas
Atasi Kebakaran Gunung Bromo Tim SAR Terkendala Medan, Titik Api Sulit Dijangkau
Oknum Nakes yang Sempat Nyinyir ke Pasien BPJS Dikasih Paham dr. Gia, Ingatkan Sakit Itu Tidak Enak
Terduga Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Melarikan Diri ke Banten, Resmob Polda Metro Tangkap Terduga Pelaku
LGBT dalam Perspektif Negara Hukum Pancasila: Mengapa Indonesia Tidak Dapat Meniru Barat?
Mutiara Pagi: Anak Panah (Bagian 2294)
DPMPTSP Cianjur Pastikan Investor Libatkan UMKM dan Tenaga Kerja Lokal