JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Panggung megah dan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang mewarnai Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadis ke-48 Tingkat Kabupaten Cianjur Tahun 2026 di Kecamatan Pagelaran menyisakan kisah dedikasi yang mendalam.
Di balik kemeriahan yang disaksikan ribuan pasang mata, terdapat ratusan panitia yang bekerja tanpa lelah dari awal persiapan hingga seluruh perhelatan usai.
Para petugas di balik layar ini kerap mengorbankan waktu, tenaga, dan kepentingan pribadi demi menjamin kelancaran seluruh tahapan acara.
Mereka telah berada di lokasi jauh sebelum seremoni pembukaan dimulai dan menjadi jajaran terakhir yang meninggalkan tempat acara untuk merapikan seluruh perlengkapan kegiatan.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kabupaten Cianjur H Shalahudin Al-Ayubi mengungkapkan bahwa tugas sebagai panitia MTQH diwarnai berbagai tantangan berat.
"Keterbatasan sarana, anggaran yang minim, serta sempitnya waktu persiapan menuntut ketabahan serta fleksibilitas kerja yang tinggi dari seluruh tim," ujarnya.
Shalahudin Al-Ayubi menuturkan, "Di balik gemerlap panggung, lantunan ayat suci, dan kekaguman masyarakat terhadap pelaksanaan MTQH, terdapat wajah-wajah yang lelah tetapi tetap tersenyum. Mereka bekerja dengan penuh keikhlasan demi suksesnya syiar Al-Qur'an."
Berbagai kendala di lapangan disikapi dengan solusi kreatif serta semangat gotong royong antarbidang. Tak jarang para petugas harus menunda waktu makan demi memastikan kualitas pengeras suara atau bekerja hingga dini hari demi menyusun ulang jadwal pertandingan agar tidak berbenturan.
Motivasi utama dari kerja keras tersebut adalah kecintaan terhadap Al-Qur'an serta komitmen memberikan pelayanan optimal bagi para peserta. Dedikasi sunyi ini dinilai menjadi pondasi vital yang menentukan keberhasilan syiar Islam di Kabupaten Cianjur secara menyeluruh.
Shalahudin Al-Ayubi memungkas, "Teruslah bersemangat, kawan-kawan. Apa yang kita lakukan mungkin tidak selalu terlihat oleh manusia, tetapi setiap keikhlasan, setiap pengorbanan, dan setiap tetes keringat akan bernilai ibadah di hadapan Allah SWT. Semoga seluruh pengabdian ini menjadi amal saleh dan membawa keberkahan bagi Kabupaten Cianjur."
Artikel Terkait
MUI Usulkan Koruptor Dihukum Mati, Akankah Terwujud?
MTQH ke-48 Cianjur Sukses Digelar, Libatkan 654 Peserta dari 32 Kecamatan
Kasi Bimas Kemenag Cianjur Sebut MTQH Momentum Membumikan Nilai Al-Qur'an
Jejak Skandal Pejabat PDAM Ngentit Duit Proyek Pipa di Bekasi: Berkedok SP untuk Paksa Warga Bayar Air
Heboh Temuan Jasad Wanita dalam Kamar Kos Jakbar, Diduga Tewas Dibunuh di Tangan Suaminya Sendiri
Beredar Diduga Video Pelatihan Pegawai BPJS Jalan di Atas Api, Damkar Saja Tidak Begitu
Perkuat Ekosistem Keilmuan Kepolisian, DIKPI Inisiasi Pembentukan Asosiasi Perguruan Tinggi Kajian Ilmu Kepolisian Indonesia
Diduga Siasat Licik Gus Haris, sang Pengumpul Duit Hasil Pemerasan Swasta hingga Bawahan Bupati Anom Widiyantoro
Mutiara Pagi: Hukum Sederhana (Bagian 2288)
STIE Indonesia Jakarta Gelar Pelatihan Personal Branding untuk Finalis Duta Kampus