Wabup Cianjur Ramzi Minta Generasi Muda Pertahankan Tradisi Mushaf

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Senin, 27 Juli 2026 | 16:41 WIB
Wakil Bupati Cianjur Abi Ramzi saat menyampaikan sambutan pada malam pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadis (MTQH) ke-48 Tingkat Kabupaten Cianjur di Kecamatan Pagelaran, Cianjur. (FOTO: Ist)
Wakil Bupati Cianjur Abi Ramzi saat menyampaikan sambutan pada malam pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadis (MTQH) ke-48 Tingkat Kabupaten Cianjur di Kecamatan Pagelaran, Cianjur. (FOTO: Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Wakil Bupati Cianjur, Abi Ramzi, mengapresiasi tinggi kesuksesan pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadis (MTQH) ke-48 Tingkat Kabupaten Cianjur yang dipusatkan di Kecamatan Pagelaran.

Perhelatan yang dibuka resmi pada Minggu (26/7/2026) malam itu dinilai berlangsung tertata serta melampaui ekspektasi pemerintah daerah.

Ramzi mengungkapkan rasa bangganya terhadap kerja sama lintas sektor, mulai dari panitia, aparatur kecamatan, aparat keamanan, hingga unsur pesantren yang berhasil menghadirkan acara berskala besar.

"Saya mewakili Pak Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia, Pemerintah Kecamatan Pagelaran, pimpinan pondok pesantren, tokoh masyarakat, TNI, Polri, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras menghadirkan acara semegah ini. Terus terang, penyelenggaraan malam ini di luar ekspektasi saya," katanya.

Di balik kemeriahan pembukaan yang dihadiri ribuan warga dan peserta pawai ta'aruf tersebut, Ramzi menyisipkan pesan khusus terkait penggunaan teknologi di era modern.

Ia menekankan agar generasi muda tidak meninggalkan kebiasaan membaca Al-Qur'an melalui mushaf fisik.

Ia memaparkan bahwa meski keberadaan gawai pintar memudahkan akses, tradisi memegang dan membaca lembaran Al-Qur'an secara langsung tetap perlu dipertahankan demi menjaga ikatan emosional serta pendidikan karakter anak sejak dini.

Di sisi lain, Ramzi menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk terus mendukung kegiatan pembinaan syiar Islam meski di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Puncak pembukaan MTQH ke-48 ditandai dengan prosesi pemukulan bedug, pelantikan dewan hakim, serta penyerahan piala bergilir yang menandai dimulainya rangkaian kompetisi hingga beberapa hari ke depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X