JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Kunjungan kerja Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke Klinik Harapan Sehat di Kabupaten Cianjur memberikan dampak moral yang bermakna bagi seluruh tenaga medis.
Kehadiran pimpinan tertinggi daerah tersebut dipandang sebagai bentuk perhatian konkret pemerintah provinsi terhadap penguatan layanan kesehatan bagi warga di pedesaan. Kedatangan ini pun disambut hangat oleh staf klinik, jajaran medis, serta masyarakat setempat.
Pengelola Klinik Harapan Sehat menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas kesempatan bertatap muka secara langsung dengan Dedi Mulyadi.
Agenda tersebut tidak sekadar sarana silaturahmi, melainkan juga menyuntikkan dorongan motivasi bagi para tenaga kesehatan yang konsisten melayani warga pelosok.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa bersilaturahmi langsung dengan Bapak Aing Gubernur. Beliau sosok yang sangat mengayomi masyarakat. Mudah-mudahan kunjungan ini membawa keberkahan bagi kita semua," ujarnya usai kegiatan.
Pengelola fasilitas kesehatan tersebut menilai Dedi Mulyadi sebagai figur pemimpin yang merakyat serta tanggap terhadap persoalan warga, khususnya sektor kesehatan.
Menurutnya, pemantauan langsung ke tingkat tapak membuktikan komitmen pemerintah provinsi dalam menjaga kualitas pelayanan publik hingga wilayah terluar.
Kesempatan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Klinik Harapan Sehat yang rutin mendampingi masyarakat dari pelbagai strata sosial, termasuk kelompok kurang mampu.
Fasilitas kesehatan yang berlokasi di perkampungan ini merasa terhormat karena disambangi langsung oleh pimpinan provinsi.
"Suatu kebanggaan luar biasa bagi kami, klinik yang berada di kampung seperti ini bisa dikunjungi langsung oleh orang nomor satu di Jawa Barat," katanya.
Ia mengimbuhkan bahwa dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat diharapkan mampu memacu daya juang para nakes di garda terdepan.
Selama ini, Klinik Harapan Sehat beroperasi dengan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan demi menyediakan akses berobat yang terjangkau walau di tengah keterbatasan sarana.
Langkah peninjauan ini diharapkan membuka keran sinergi yang lebih luas antara pemerintah daerah, pemprov, serta pengelola fasilitas kesehatan masyarakat.
Lebih dari itu, warga sekitar menaruh harapan agar sektor kesehatan di pedesaan terus mendapatkan sokongan fasilitas yang memadai agar pelayanan yang diterima lebih cepat dan efisien.
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Bunga Tidak Mekar Bersamaan (Bagian 2279)
Hery Haryanto Azumi dan Dinamika Regenerasi Kepemimpinan NU Menjelang Muktamar 2026
Santri Cianjur Bawa Visi Keadilan Pesantren ke Komisi Yudisial
Mutiara Pagi: Ketangguhan (Bagian 2280)
Komisi IV DPR RI Kunker ke Banyuwangi, Kaget Dengar Keluhan Warga Soal PT BSI
Puluhan Warga Geruduk Rumah Guru SD di Tanjungbalai, Geram usai Diduga Lecehkan Siswa Yatim Piatu
KAHMI Bali Serukan Sayangi, Lindungi dan Bangun Masa Depan Anak Indonesia
Satukan Langkah Jaga Stabilitas dan Kondusivitas Daerah, HMI Denpasar Sinergi dengan Kesbangpol
Segera Terbit Perpres Ojol, Dasco Pastikan DPR Awasi Regulasi dan Perlindungan untuk Pengemudi
Mengaku Jalani Pengobatan, Hotman Paris Mundur dari Pengacara Eks Jampidsus