JOURNALNUSANTARA.COM, JAKARTA — Peran aktif santri di era modern kian meluas. Tidak hanya berfokus pada ranah keagamaan, santri kini turut mewarnai kancah demokrasi dan kebijakan publik.
Langkah progresif ini dibuktikan oleh Rizieq Alman, santri Pondok Pesantren Nurul Hidayah Al-Khodijiyyah, Cianjur, saat menghadiri Indonesia Young Leaders Democracy & Public Policy Forum di Kantor KPU RI dan Bawaslu RI, Rabu (22/7/2026).
Kehadirannya di dua lembaga penyelenggara pemilu tersebut menandai babak baru kesadaran kolektif kaum santri untuk keluar dari zona nyaman.
Generasi muda pesantren dituntut tidak sekadar mendalami ilmu agama, tetapi juga memahami secara komprehensif alur kepemiluan, sistem demokrasi, serta mekanisme pengawasan politik nasional demi mengawal integritas pemilu yang bersih.
"Kehadiran kami di KPU dan Bawaslu adalah bentuk nyata bahwa santri masa kini harus paham bagaimana sistem demokrasi dan pengawasan bekerja. Santri tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus ikut serta mengawal jalannya demokrasi di Indonesia," tegas Rizieq Alman.
Melalui forum strategis ini, dalam hal ini lebih lanjut Rizieq berharap keterlibatan santri di ranah publik semakin masif.
Langkah ini diharapkan mampu menginspirasi generasi muda pesantren untuk membekali diri dengan pemahaman kebijakan publik demi mewujudkan tatanan Indonesia yang demokratis, transparan, dan berkeadilan.
Artikel Terkait
Kabur dari Rombongan Trip di Korsel, Femas Sempat Kerja Sehari tapi Langsung Resign: Alasan Kerjanya Capek
Skandal Penculikan Atlet Golf Putri Jesslyn Wijaya di Jakpus: Dibawa 2 Pria ke Mobil
Memerdekakan Meja Makan, Memerdekakan Bangsa
Mutiara Pagi: Mengubah Cara Pandang (Bagian 2278)
Mensesneg Beberkan Alasan Prabowo Tunjuk Nanik S Deyang jadi Dewas usai Mundur dari Jabatan Kepala BGN
Rekam Jejak Sudaryono Jadi Kepala BGN: Pejabat Komut PT Pupuk Indonesia hingga Ketum Asosiasi Pedagang
Jadi Tersangka Korupsi Pakan Satwa, Eks Dirut KBS Choirul Anwar Diduga Gasak Anggaran Rp7,4 M
Dilantik jadi Kepala BGN yang Baru, Sudaryono: Saya dan Keluarga Tidak Punya Dapur SPPG
Usai Mundur sebagai Kepala BGN, Nanik Deyang Diklaim Berpeluang Diperiksa Kejagung Skandal Korupsi MBG
Pedagang Kelapa Parut di Pasar Muka Ramayana Cianjur Tewas Ditusuk Sesama Pedagang