HIMA PMM UNAS Dorong Digitalisasi UMKM Desa Gadog Melalui Desa Binaan

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Senin, 20 Juli 2026 | 20:48 WIB

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Magister Manajemen (HIMA PMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nasional (UNAS) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Gadog, Kabupaten Cianjur, Minggu (19/7/2026).

Inisiatif ini difokuskan pada pembekalan strategi pemasaran digital bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat demi memperkuat daya saing ekonomi warga.

Sebagai langkah nyata komitmen jangka panjang, HIMA PMM UNAS bersama Pemerintah Desa Gadog meresmikan kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA).

Kesepakatan tersebut secara resmi menetapkan Desa Gadog sebagai wilayah binaan kampus guna memastikan pendampingan berjalan secara berkelanjutan.

Ketua HIMA PMM FEB UNAS, Fatirahma Hanipa, menegaskan bahwa aksi ini merupakan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi.

Ia menilai bahwa penguatan fondasi ekonomi nasional menjelang era Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari percepatan pembangunan di tingkat desa.

"Indonesia akan bersinar bukan karena satu lampu raksasa di Jakarta, tetapi karena nyala ribuan lilin di desa-desa," tegas Hanipa. Ia menambahkan bahwa kebangkitan titik-titik ekonomi pedesaan secara otomatis akan mendongkrak perekonomian nasional hingga mampu bersaing di tingkat kawasan ASEAN.

Pandangan senada disampaikan Ketua Program Studi Magister Manajemen FEB UNAS, Dr. Drs. Suadi Sapta Putra, M.Si.M., yang menekankan pentingnya adaptasi teknologi bagi sektor UMKM. Menurutnya, UMKM memegang peranan vital sebagai penopang penyerapan tenaga kerja dan penjaga daya beli masyarakat.

"Melalui kunjungan Universitas Nasional ini, kami berharap dapat berbagi pengetahuan serta memberikan pendampingan berkelanjutan. Mulai dari pengembangan usaha, pemanfaatan teknologi digital, hingga peningkatan kualitas produk," jelas Dr. Suadi. Ia menggarisbawahi bahwa kolaborasi antara akademisi dan pelaku usaha sangat esensial untuk memicu lahirnya inovasi daerah.

Kepala Desa Gadog, Miftahudin, menyambut positif kolaborasi tersebut dan mengungkapkan bahwa letak desanya sangat strategis karena berada di antara akses Jakarta dan Bandung. Meski sempat menjadi destinasi wisata favorit, perubahan dinamika ekonomi sempat menyulitkan ruang gerak para pelaku UMKM lokal.

"Dulu Desa Gadog merupakan destinasi wisata yang sangat diminati. Namun, adanya pergeseran pola perekonomian membuat ruang gerak dan perkembangan UMKM kami menjadi semakin sulit," ungkap Miftahudin. Melalui program Desa Binaan ini, pemerintah desa optimistis potensi lokal dapat dioptimalkan kembali menjadi kekuatan ekonomi yang menyejahterakan masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X