Sebut Iseng Kirim Teror Bom, Polisi Selidiki Kekecewaan Hidup Pelaku

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Selasa, 14 Juli 2026 | 11:14 WIB
Polisi dalami motif pelaku mengirim pesan ancaman bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. (polri.go.id)
Polisi dalami motif pelaku mengirim pesan ancaman bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. (polri.go.id)

 

JOURNALNUSANTARA.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya masih terus mendalami motif utama di balik aksi teror ancaman bom yang menyasar SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Langkah penyelidikan ini tetap berjalan intensif meskipun terduga pelaku berinisial MY sempat berdalih bahwa tindakan berbahaya tersebut dilakukan hanya karena faktor keisengan semata.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Iman Imannudin menyatakan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, pelaku memang mengaku motif sementaranya hanya iseng.

Namun, kepolisian tidak langsung memercayai pengakuan tersebut dan memilih untuk terus menelusuri latar belakang personal pelaku, termasuk potensi keterkaitannya dengan jaringan atau pihak-pihak lain.

Penyelidikan mendalam juga mengarah pada kondisi psikologis pelaku setelah ditemukan adanya indikasi masalah personal yang melatarbelakangi aksi nekat tersebut.

Iman mengungkapkan bahwa pelaku sempat mengutarakan adanya rasa kecewa yang mendalam terkait perjalanan hidup pribadinya, bukan kekecewaan yang diarahkan khusus kepada pihak sekolah yang menjadi target teror.

Guna mengungkap motif secara komprehensif, kepolisian menerapkan metode scientific crime investigation (SCI) dengan melibatkan tim psikologi forensik untuk memeriksa kondisi kejiwaan pelaku.

Kanit Krimum Polres Metro Jaksel Ipda Alpino De Tech menjelaskan bahwa pendekatan ilmiah ini dipadukan dengan analisis forensik digital terhadap seluruh barang bukti guna memastikan tidak ada detail yang terlewat.

Dari hasil pengembangan kasus, penyidik menemukan fakta baru bahwa MY rupanya pernah mengirimkan pesan ancaman serupa kepada ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya beberapa waktu lalu.

Insiden terdahulu itu tidak sampai dilaporkan ke meja hijau karena diselesaikan secara kekeluargaan, dan baru terkuak setelah polisi mengusut kasus teror di sekolah.

Kasus ini bermula saat kegiatan Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari pertama diguncang kepanikan akibat pesan ancaman bom di sebelas titik yang dikirim pelaku kepada guru dan staf.

Meski tim Gegana dan Densus 88 Anti Teror Polri memastikan area sekolah steril setelah penyisiran selama empat jam, MY yang merupakan warga sekitar langsung diringkus petugas untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X