Menkeu Purbaya Puji Ketajaman Presiden Prabowo dalam Diskusi APBN: Orangnya Pintar, Jangan Takut!

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Jumat, 3 Juli 2026 | 16:53 WIB
Menkeu Purbaya ungkap komunikasi para menteri dengan Presiden Prabowo. (Instagram/menkeuri)
Menkeu Purbaya ungkap komunikasi para menteri dengan Presiden Prabowo. (Instagram/menkeuri)

JOURNALNUSANTARA.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa komunikasi antara para menteri dengan Presiden Prabowo Subianto berjalan secara rutin dan intensif.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menkeu Purbaya saat menjadi bintang tamu dalam siniar atau podcast milik Denny Sumargo. Ia menjelaskan bahwa dalam setiap pertemuan, para menteri memiliki kewajiban untuk memaparkan risiko dari setiap program atau rencana kebijakan yang akan dijalankan.

"Ngobrol lah. Tapi enggak semua menteri, yang sering ikut tuh 10 orang, 12 orang, sektor-sektor penting. Kalau saya kenapa dipanggil, karena pasti buntutnya minta uang kan?" ucap Menkeu Purbaya, dikutip dari podcast Denny Sumargo pada Jumat, 3 Juli 2026.

Menanggapi pernyataan Denny Sumargo mengenai persepsi masyarakat yang menganggap para pejabat tidak saling berkomunikasi, Purbaya menegaskan bahwa Presiden Prabowo sangat responsif terhadap setiap masukan. Menurut Purbaya, Presiden sangat cepat melakukan penyesuaian jika menemukan kejanggalan dalam rencana kerja menterinya.

"Dia orang pintar, cepat sekali adjust-nya. Jadi ada menteri ngomong gini-gini, tiba-tiba Presiden bisa marah, 'Kamu gimana? Kenapa lama banget kamu? Kamu saya suruh kenapa minta setahun lagi? Minta studi kelayakan lagi itu minimal setahun?'" kata Purbaya menirukan gaya bicara Prabowo.

Purbaya menambahkan bahwa Presiden Prabowo memiliki daya ingat yang kuat terhadap angka-angka dalam setiap program yang dilaporkan. Hal ini membuat para menteri harus bersikap jujur dan transparan dalam memaparkan data.

"Dari situ saya tahu Presiden itu pintar, ingat angka-angka yang kita sebutkan. Jadi, enggak berani ngibul. Kalau jelek kita ngomong saja biar dia ambil keputusan," imbuhnya.

Purbaya juga menyinggung soal pengambilan kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia meluruskan kekhawatiran publik yang menganggap Presiden sembarangan dalam mengelola anggaran, termasuk isu mengenai defisit yang diprediksi akan menembus angka 4 persen.

Ia menjelaskan bahwa dirinya sempat berdiskusi mengenai kebijakan fiskal agar tetap menjaga stabilitas ekonomi nasional. Menurut Purbaya, jika defisit dipaksakan terlalu tinggi saat ini, hal tersebut justru akan menjadi celah serangan bagi pihak luar.

"Dia adjust, loh. Sekarang dia malah berbalik arah, gimana defisitnya dibuat nol. Saya bilang, 'Jangan, ekonomi masih butuh dorongan, kita atur pelan-pelan ke bawah.' Jadi, dia bisa menerima masukan, dia menyerap, dan diterapkan dengan baik," lanjut Purbaya.

Menurut Purbaya, anggapan miring masyarakat terhadap kebijakan Presiden biasanya muncul karena kurangnya komunikasi langsung antara masyarakat dengan kepala negara. Ia meyakini bahwa Presiden memiliki kapasitas yang mumpuni dalam memimpin.

Mengenai strategi pembangunan ekonomi, Purbaya menyebut bahwa saat ini Prabowo sedang menerapkan konsep Sumitronomics. Strategi tersebut memadukan stabilitas, pertumbuhan, dan pemerataan sebagai fondasi utama program kerja pemerintah.

"Setiap usaha baru pasti ada risiko, berani enggak ambil risikonya? Kalau saya akan ambil, terus kita perbaiki terus ke depannya, daripada saya mengambil yang jeblok zaman dulu, ya sudah. Kan ini masih jalan," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X