JOURNALNUSANTARA.COM, KABUPATEN BANDUNG - Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Barat mengandeng Pondok Pesantren Anak Jalanan Attamur untuk menggulirkan program sosial bertajuk Jejak Baru di wilayah Kabupaten Bandung, Kamis (2/7/2026).
Agenda kemanusiaan ini sengaja dihadirkan sebagai bentuk pendampingan nyata bagi masyarakat yang memiliki tekad kuat untuk berhijrah sekaligus membersihkan diri dari masa lalu.
Melalui kolaborasi tersebut, proses penanganan medis ini diberikan secara cuma-cuma tanpa ada pungutan biaya.
Langkah taktis institusi pengelola zakat ini mendatangkan dampak positif bagi para penerima manfaat yang selama ini merasa ruang geraknya terbatas di sektor formal.
Salah seorang peserta asal Ujungberung, Devi, mengakui bahwa keberadaan seni rajah di tubuhnya kerap menjadi sandungan utama setiap kali mencoba peruntungan di dunia kerja. Banyak instansi maupun perusahaan yang langsung menutup kesempatan begitu mengetahui kondisi fisiknya.
Devi menyatakan bahwa program penghapusan ini laksana pembuka jalan baru bagi kelanjutan masa depannya yang sempat meredup.
Layanan cuma-cuma dari pemerintah tersebut dinilai mampu membangkitkan kembali rasa percaya diri dan motivasinya untuk kembali mengirimkan berkas lamaran pekerjaan ke berbagai tempat tanpa perlu merasa minder.
Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, memaparkan bahwa program ini sengaja dikonsep untuk memicu efek domino yang positif bagi kehidupan peserta.
Aspek yang disasar tidak melulu soal pemenuhan kebutuhan spiritual, melainkan juga menyentuh pemulihan taraf ekonomi serta peningkatan kualitas hidup para peserta di tengah lingkungan sosial.
"Layanan hapus tato ini adalah jembatan bagi saudara-saudara kita yang ingin membuka lembaran hidup baru," terangnya.
Guna menjamin keselamatan para peserta, seluruh rangkaian tindakan pembersihan pigmen kulit tersebut menggunakan perangkat laser medis yang mutakhir.
Otoritas terkait juga menyiagakan barisan tenaga kesehatan profesional yang bekerja sesuai dengan standar operasional medis yang ketat.
Pengadaan program humanis yang menyentuh akar rumput ini dibiayai langsung melalui optimalisasi dana zakat, infak, serta sedekah yang dikelola secara produktif oleh lembaga.
Manajemen berkomitmen untuk terus melahirkan inovasi program yang mampu menyelesaikan problem asasi warga di wilayah Jawa Barat.
Artikel Terkait
Pelopor Komunikasi Islam di Cianjur, Prodi KPI STAINU Siapkan Lulusan Media Digital
Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 di Cianjur, Momentum Perkuat Soliditas Lintas Sektoral
Lewat Kerja Nyata Hari Bhayangkara, Polres Cianjur Tekad Rebut Kepercayaan Publik
Membaca Arah Bangsa, Mengapa Literasi Politik Kini Menjadi Kebutuhan Strategis Kaum Santri
Dari Seragam ke Hati: Saat Polisi Menjadi Pelindung Warga
Mutiara Pagi: Kebaikan (Bagian 2258)
Lewat Olahraga dan Seni Budaya, Polsek Cibeber Cianjur Rekatkan Sinergitas Bersama Warga
Generasi Baru, Pro Kemanusiaan dan Keadilan Menang
Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak
Empat Pilar Harus Ditanamkan Sejak Dini