JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Kabupaten Cianjur mulai memperkuat tata kelola pendidikan dasar lewat penerapan program penjaminan mutu.
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur menunjuk tiga sekolah dasar (SD) sebagai model percontohan penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) untuk tahun anggaran 2026.
Kepala Bidang SD Disdikpora Cianjur, Rifki Mohammad Ramdan, mengonfirmasi bahwa penetapan ini merupakan bagian dari skema Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat.
"Penunjukan sekolah didasarkan pada rekam jejak capaian Rapor Pendidikan yang berada pada kategori sedang hingga baik," ujarnya.
Rifki menerangkan bahwa skema SPMI didesain untuk memperkokoh kapasitas mandiri sekolah dalam mengawal kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, setiap satuan pendidikan diwajibkan mengarungi lima tahapan siklus mutlak, mulai dari pemetaan kondisi riil sekolah, penetapan tolok ukur, penyusunan rencana aksi, eksekusi program, hingga pemantauan berkala.
"Setelah pelaksanaan, dilakukan pemantauan dan evaluasi. Hasilnya menjadi dasar untuk melakukan perbaikan pada siklus berikutnya," ujar Rifki.
Melalui pendekatan berbasis data ini, sekolah diharapkan mampu merumuskan program perbaikan yang presisi sesuai kebutuhan peserta didik.
Keberhasilan penjaminan mutu internal ini mengandalkan sinergi lintas sektor yang melibatkan Disdikpora, BBPMP Jawa Barat, pengawas pembina, serta pihak sekolah.
Kehadiran pengawas disiagakan untuk mengawal setiap tahap siklus agar berjalan terarah tanpa keluar dari koridor yang disepakati.
Rifki menegaskan bahwa keterlibatan aktif kepala sekolah, jajaran pendidik, hingga tenaga kependidikan menjadi kunci utama tercapainya budaya mutu yang mengakar di lingkungan pendidikan.
Melalui penunjukan tiga SD sampel ini, Disdikpora Cianjur berharap praktik baik yang dihasilkan dapat menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah lain di wilayah Tatar Pasundan.
"Harapannya, satuan pendidikan mampu membangun budaya mutu dan melakukan peningkatan secara mandiri serta berkelanjutan," tutur Rifki.
Program percontohan ini diproyeksikan menjadi fondasi kokoh bagi pemerataan kualitas layanan pendidikan, mulai dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur.
Artikel Terkait
Pengunjung Hotel Labuan Bajo Berlarian menuju Lobi saat Gempa, Sebut Air Laut Sempat Surut
IJTI Desak Penanganan Masif dan Lawan Hoaks Gempa Sikka
Curhatan Penjual Telur Ayam saat Diajak Kerja Sama Dapur MBG, Ungkap Permintaan di Bawah Harga Pasar
Penulis Indonesia Leo Sianipar Bergabung dalam Buku Terbitan Al Jazeera Centre for Studies, Diluncurkan di Doha
Situasi Pulau Padar saat Detik-detik Gempa NTT, Pohon Bergoyang dan Penuh dengan Turis
Roadshow Parenting Al Hilal x MI AR-RIYADL Cimahi, Lanjut Salurkan Santunan Beasiswa 10 Santri Yatim Berprestasi
Kopi Nako Cianjur Terapkan Aturan Etika dan Pakaian Sopan bagi Pengunjung
DPR Sampaikan Duka Gempa NTT, Koordinasikan Bantuan-Evakuasi Korban
Mutiara Pagi: Bersahaja (Bagian 2303)
BKAD Cianjur Pacu Semangat Pengabdian dan Pelayanan Publik Saat HUT RI