JournalNusantara.com/ NTT - Gempa bumi dengan magnitudo (M) 7,7 terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026 sekitar pukul 04.58 WIB.
Gempa yang berpusat di Mbay, Kabupaten Nagekeo itu juga membuat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini terjadinya tsunami.
Usai keadaan mulai tenang, sejumlah video beredar di media sosial yang menunjukkan momen detik-detik terjadinya gempa.
Salah satunya saat sejumlah wisatawan berada di Pulau Padar ketika gempa terjadi.
Situasi Pulau Padar saat Gempa Terjadi
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @s_ton.i, ia membagikan situasi Pulau Padar yang dipenuhi para wisatawan.
Terlihat para wisatawan yang terduduk di tanah sambil berpegangan pada satu sama lain.
Sementara itu, terlihat pohon di belakang lokasi para wisatawan yang berkumpul bergoyang karena gempa.
“Pohon sampai goyang di Pulau Padar,” tulis perekam video dalam unggahannya pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Video tersebut juga menunjukkan momen untuk saling mengingatkan agar tidak panik saat gempa datang.
“Jangan panik guys. Gempa ini, oke semuanya, jangan panik,” ujar perekam video.
Warga Mengungsi ke Gunung
Adapun dalam unggahan lain, akun Threads @harisul_qiram membagikan momen ketika para warga naik ke gunung di Manggarai Barat untuk mencari tempat aman.
Artikel Terkait
Dapur MBG di Mojokerto Jatim Meledak Lalu Terbakar: Total 5 Korban, 3 Orang Alami Luka Bakar
Apel Kebangsaan Peringati HUT RI di Cianjur, Perkuat Persatuan Warga
Cianjur Pekikkan Deklarasi Kebangsaan Jaga Kondusivitas Daerah
Mutiara Pagi: Kompas Kehidupan (Bagian 2302)
Perkuat Bank Sampah Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga Luncurkan GenHi
Pemberitahuan Evakuasi Darurat Tsunami Wilayah Nusa Tenggara dan Sulawesi
Pengunjung Hotel Labuan Bajo Berlarian menuju Lobi saat Gempa, Sebut Air Laut Sempat Surut
IJTI Desak Penanganan Masif dan Lawan Hoaks Gempa Sikka
Curhatan Penjual Telur Ayam saat Diajak Kerja Sama Dapur MBG, Ungkap Permintaan di Bawah Harga Pasar
Penulis Indonesia Leo Sianipar Bergabung dalam Buku Terbitan Al Jazeera Centre for Studies, Diluncurkan di Doha