Kemendikdasmen Menunjuk Tiga SD Cianjur Jadi Model SPMI 2026

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:47 WIB
Kepala Bidang SD Disdikpora Kabupaten Cianjur Rifki Mohammad Ramdan saat memberikan arahan terkait implementasi SPMI. (FOTO: Ist)
Kepala Bidang SD Disdikpora Kabupaten Cianjur Rifki Mohammad Ramdan saat memberikan arahan terkait implementasi SPMI. (FOTO: Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Langkah penguatan kualitas pembelajaran terus dipacu di wilayah Kabupaten Cianjur. Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur mendorong pembentukan budaya mutu secara menyeluruh melalui penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdikpora Cianjur, Rifki Mohammad Ramdan, menegaskan bahwa SPMI dirancang untuk membentuk kemandirian sekolah dalam memetakan, merencanakan, merestrukturisasi, hingga menguji kualitas secara berkesinambungan.

"SPMI merupakan sistem penjaminan mutu yang dilakukan langsung oleh satuan pendidikan dan pemerintah daerah," ujar Rifki saat agenda sosialisasi internal.

Penerapan program ini ditujukan untuk memastikan seluruh aspek pendidikan mulai dari struktur organisasi, kerangka kebijakan, hingga proses belajar-mengajar berjalan sesuai standar nasional.

Rifki menggarisbawahi bahwa target utama sistem ini bukan sebatas pemenuhan indikator administratif, melainkan penanaman budaya mutu yang mengakar.

Melalui penetapan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama BBPMP Jawa Barat, sebanyak tiga SD dengan capaian Rapor Pendidikan kategori sedang hingga baik dipilih menjadi sekolah percontohan tahun 2026, melengkapi total sembilan lembaga dari jenjang PAUD hingga SMP.

"Fokusnya adalah penguatan kapasitas internal untuk mengenali, merencanakan, dan meningkatkan mutu pendidikan secara mandiri serta berkelanjutan," tutur Rifki.

Pelaksanaan SPMI di lapangan mengandalkan kerja sama solid antara pejabat dinas, pengawas sekolah, pengelola lembaga pendidikan, serta tim BBPMP Jawa Barat.

Dia menerangkan bahwa skema ini bekerja melalui siklus melingkar yang berurutan. Tahapan diawali dari pemetaan berbasis Rapor Pendidikan, penetapan tolok ukur, penyusunan rencana strategis, eksekusi program kerja, hingga diakhiri dengan pemantauan serta evaluasi ketat. Catatan evaluasi tersebut yang nantinya menjadi pijakan perbaikan pada siklus tahun berikutnya.

Langkah ini diharapkan mampu mengubah cara pandang pengelola sekolah agar lebih responsif dan tidak sekadar menunggu arahan pusat. Sekolah percontohan diproyeksikan menjadi laboratorium praktik baik yang dapat direplikasi oleh satuan pendidikan lain di Cianjur.

Ia berharap konsistensi penerapan SPMI ini mampu menciptakan ekosistem belajar yang adaptif dan terukur. "Harapannya, budaya mutu dapat tumbuh di satuan pendidikan dan dilakukan secara mandiri serta berkelanjutan," kata Rifki menutup penjelasannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sapa Polres Cianjur dengan Warga di Daerah Perbatasan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 13:06 WIB
X