Uang tidak selalu menang
Dua Sosialis Demokrat muda baru saja mengalahkan petahana anggota Kongres, meskipun menghadapi lawan yang didukung dana besar dari kelompok pro-Israel, termasuk kampanye yang disokong AIPAC.
Darializa Avila Chevalier muncul dari gerakan protes Universitas Columbia, di mana ia pernah ditangkap saat berdemonstrasi menentang operasi militer Israel di Gaza. Kini, dari aktivis mahasiswa, ia telah menjadi anggota Kongres terpilih.
Melat Kiros kehilangan pekerjaannya setelah secara terbuka membela aktivis Palestina dan bersuara soal Gaza.
Bukannya mengakhiri masa depan politiknya, kontroversi itu justru menjadi bagian dari kisah yang mendorong kampanyenya. Ia pun kini melangkah ke Kongres Amerika Serikat.
Terlepas dari setuju atau tidak dengan politik mereka, kemenangan ini menegaskan pengaruh generasi muda progresif yang semakin besar.
Mereka berkampanye dengan keyakinan, pengorganisasian akar rumput, dan kegigihan.
Dari aksi protes menuju jabatan publik. Dari konsekuensi pribadi menuju kemenangan politik. Berani. Berdaya. Bertekad.
Terpilihnya mereka memberi sinyal bahwa generasi baru sedang membentuk ulang perpolitikan di Amerika, bahkan politisi dengan dana paling besar pun tidak selalu menentukan hasil akhir.
Perubahan adalah keniscayaan!
(Catatan Shamsi Ali Al-Nuyorki).
Artikel Terkait
GMCM Pertanyakan Progres Proyek Jalan Cimaskara–Padasuka Senilai Rp12,6 Miliar
Santri Lintas Jenjang Ikuti Sanlat Liburan di Pondok Pesantren Mama Cipoek At-Tafsiri
Wahai Mentari Pagi!
Pelopor Komunikasi Islam di Cianjur, Prodi KPI STAINU Siapkan Lulusan Media Digital
Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 di Cianjur, Momentum Perkuat Soliditas Lintas Sektoral
Lewat Kerja Nyata Hari Bhayangkara, Polres Cianjur Tekad Rebut Kepercayaan Publik
Membaca Arah Bangsa, Mengapa Literasi Politik Kini Menjadi Kebutuhan Strategis Kaum Santri
Dari Seragam ke Hati: Saat Polisi Menjadi Pelindung Warga
Mutiara Pagi: Kebaikan (Bagian 2258)
Lewat Olahraga dan Seni Budaya, Polsek Cibeber Cianjur Rekatkan Sinergitas Bersama Warga