JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Cianjur melalui Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam menggelar rapat koordinasi bersama jajaran dosen.
Pertemuan ini sengaja diadakan sebagai langkah taktis institusi dalam mematangkan mutu pendidikan menjelang dimulainya tahun ajaran baru. Fokus pembahasan mengarah pada penyesuaian kurikulum agar relevan dengan tuntutan zaman.
Sebagai pionir di wilayah Cianjur, program studi ini mengusung misi besar untuk mencetak tenaga ahli yang andal di bidang penyiaran dan dakwah modern.
Pembahasan dalam rapat internal tersebut berpusat pada optimalisasi metode ajar serta penguatan kompetensi digital para mahasiswa. Langkah ini diambil demi melahirkan lulusan bergelar Sarjana Sosial yang siap bersaing di kancah nasional.
Salah satu dosen KPI STAINU Cianjur, Saeful Lukmanul Hakim, menjelaskan bahwa kurikulum yang dirancang harus mampu melahirkan komunikator Islam yang tanggap terhadap disrupsi teknologi informasi.
Institusi berkomitmen membentuk talenta muda yang tidak hanya kuat secara akademik, namun juga piawai memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan pesan positif.
"Kehadiran program studi ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang adaptif terhadap media digital," ujarnya.
Pihak kampus kini telah resmi membuka gerbang pendaftaran bagi calon mahasiswa baru dengan menawarkan skema pembelajaran yang dinamis.
Beberapa pilihan program karir yang disiapkan mencakup profesi di industri kreatif, mulai dari pembuat konten, jurnalis, hingga spesialis hubungan masyarakat.
Untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat luas, disediakan pula pilihan kelas reguler, pekerja, hingga metode pembelajaran bauran atau hybrid.
Melalui sistem biaya kuliah yang terjangkau serta fondasi nilai keislaman khas Nahdlatul Ulama, perguruan tinggi ini optimistis dapat menarik minat generasi muda.
Manajemen kampus memastikan seluruh proses administrasi penerimaan mahasiswa baru dapat diakses dengan mudah secara daring.
"Upaya ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan komunikasi yang bermutu bagi masyarakat," tandasnya.
Artikel Terkait
Menerjang Ombak dari Pulau ke Pulau, Dedikasi Mantri Perempuan BRI Menjaga Akses Keuangan di Wilayah Kepulauan Sulawesi Tengah
LPTQ Cianjur Matangkan Validasi Data Peserta Jelang MTQH XLVIII di Pagelaran
Cegah Konflik Nilai, Panitia MTQH Cianjur Perketat Aturan Penjurian Dewan Hakim
HUT Bhayangkara ke- 80, Perumdam Tirta Mukti Cianjur Sebut Stabilitas Keamanan Polri Kunci Kelancaran Pembangunan
Mencegah Korupsi di Tatar Santri
Audiensi Putri Hijabfluencer Banten di Kelurahan Gelam Jaya, Matangkan Sinergi Program Pemberdayaan Perempuan
Mutiara Pagi: Berdamai dengan Kelebihan (Bagian 2257)
GMCM Pertanyakan Progres Proyek Jalan Cimaskara–Padasuka Senilai Rp12,6 Miliar
Santri Lintas Jenjang Ikuti Sanlat Liburan di Pondok Pesantren Mama Cipoek At-Tafsiri
Wahai Mentari Pagi!