Cegah Konflik Nilai, Panitia MTQH Cianjur Perketat Aturan Penjurian Dewan Hakim

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Selasa, 30 Juni 2026 | 19:02 WIB
Panitia MTQH Cianjur perketat aturan penjurian dewan hakim guna mencegah konflik nilai. (FOTO: Ist)
Panitia MTQH Cianjur perketat aturan penjurian dewan hakim guna mencegah konflik nilai. (FOTO: Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Panitia Penyelenggara Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadits atau MTQH ke-48 tingkat Kabupaten Cianjur menyelenggarakan rapat koordinasi khusus bersama jajaran ketua dewan hakim di Bale Praja Kabupaten Cianjur pada Selasa (30/6/2026).

Pertemuan intensif ini sengaja digelar demi mematangkan seluruh aspek penjurian sebelum kompetisi resmi dimulai di Kecamatan Pagelaran.

Langkah ini diambil untuk menyelaraskan pandangan seluruh penilai dari semua cabang perlombaan agar terhindar dari potensi perselisihan tafsir regulasi di lapangan.

Berdasarkan surat undangan resmi yang diterbitkan panitia pekan lalu, pertemuan yang berlangsung selama tiga jam sejak siang hari tersebut mengupas tuntas sejumlah agenda krusial.

Fokus utama pembahasan mengarah pada standarisasi penilaian agar proses penentuan pemenang berjalan objektif, jujur, transparan, dan sepenuhnya patuh pada petunjuk teknis.

Penyelarasan ini dianggap vital guna menjaga kredibilitas hasil perlombaan keagamaan tahunan tersebut.

Ketua panitia menegaskan bahwa pemahaman yang serupa terhadap tata tertib musabaqah menjadi fondasi utama dalam meminimalisasi ketidakadilan.

Menurutnya, dewan hakim memikul tanggung jawab besar untuk menegakkan integritas tanpa intervensi pihak luar.

Mekanisme penilaian serta kelengkapan administrasi dewan hakim juga diperbaiki secara menyeluruh demi mendukung kelancaran pelaporan hasil akhir perlombaan.

Di samping membahas aturan dasar, forum tersebut mengoordinasikan jadwal pembagian waktu tiap cabang perlombaan beserta penyediaan fasilitas teknis di area lomba.

Panitia juga merancang sejumlah langkah mitigasi untuk mengantisipasi kendala tidak terduga yang berpotensi mengganggu jalannya acara. Sinergi ini diharapkan mampu membuat seluruh perangkat acara bekerja secara padu dan teratur.

Melalui persiapan yang kian matang ini, ajang MTQH ke-48 tidak sekadar dipandang sebagai kompetisi membaca atau menghafal kitab suci semata.

Gelaran ini diarahkan menjadi sarana memperkokoh syiar Islam dan wadah pembinaan bagi generasi muda di Cianjur.

Harapan besarnya, ketatnya sistem penjurian mampu melahirkan perwakilan kafilah terbaik yang dapat mengharumkan nama daerah di kompetisi tingkat lanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X