Setiap Serangan Israel ke Iran, Selalu Dibayar Lunas

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Kamis, 19 Februari 2026 | 05:22 WIB
Serangan Iran ke Israel
Serangan Iran ke Israel

Oleh: Tengku Zulkifli Usman

Mengapa Iran berani meluncurkan ratusan Balistik ke Israel secara langsung, dan menghancurkan banyak sasaran di Israel dalam perang 12 hari lalu?

Kenapa setiap serangan Israel ke Iran atau ke kepentingan Iran selalu dibalas Iran lunas dengan operasi militer langsung?

Mulai dari serangan operation True Promise 1, 2, dan dilanjutkan dengan operation true promise 3 pada perang 12 hari lalu. Tidak ada aksi Israel yang didiamkan oleh Iran, semua aksi Israel langsung dibalas Iran.

Itu semua karena Iran memahami kekuatan dirinya sendiri, bahwa Iran dari dulu selalu siap berkonfrontasi langsung dengan Israel. Iran juga pernah menghajar Israel dalam perang Israel dengan hizbullah 2006 lalu yang membuat Israel mundur ke belakang.

Keberanian Iran bukan tanpa dasar, kekuatan militer Iran memang mampu membuat Israel secara ril berpikir ulang untuk konfrontasi. Makanya Israel selalu bersandar ke AS dan sekarang ke Trump.

Israel tidak siap perang panjang dengan Iran, dan AS pun sama. Perang panjang akan sangat merugikan AS. AS sendiri saat ini persenjataannya dalam kondisi tidak terlalu sehat efek perang Ukraina dan suplai ke Israel dalam perang dua tahun dengan Gaza.

Keberanian Iran membalas setiap serangan Israel juga karena faktor kondisi di lapangan, bahwa AS terus mengalami penurunan kemampuan di kawasan Asia barat dan timur tengah. Bahkan secara global.

Kondisi dunia global saat ini yang masuk era Multipolar, memunculkan banyak kekuatan lain yang bersaing. AS sudah bukan satu satunya kekuatan dominan. Bahkan gaya ugal-ugalan Trump saat ini akan menimbulkan efek negatif jangka panjang bagi pengaruh AS di dunia dimasa mendatang.

Iran dalam konteks dengan AS dan Israel pada dasarnya sudah selesai, konteks mereka selalu perang eksistensial, perang panjang dan tidak akan ada ujungnya. Dan AS terbukti gagal selama ini menumbangkan Iran walaupun sudah diupayakan oleh banyak Presiden AS sebelum Trump.

Pernyataan terbaru Ali Khamenei kemarin misalnya, yang menyebut AS akan gagal mengalahkan Iran, itu bukan tanpa dasar. Ali Khamenei paham betul cara main AS, dia memimpin Iran sejak perang teluk dan menjadi pemimpin tertinggi Iran sejak 1989.*l

Bahkan lebih jauh, Khamenei kemarin berani mengatakan bahwa kapal induk AS tidak pernah menakutkan bagi Iran, kapal induk memang senjata canggih, tapi kata Khamenei, yang lebih menakutkan itu adalah senjata yang mampu menenggelamkan kapal-kapal induk. Khamenei seperti memberikan isyarat bahwa jika perang, maka kapal induk AS akan dikirim ke dasar laut.

Negosiasi dengan AS di Jenewa kemarin misalnya, juga tidak membawa kemajuan berarti, karena Iran masih tetap pada pendiriannya untuk terus membela semua kepentingan nasionalnya dan menolak semua tekanan.

> Semua kalkulasi Iran memperlihatkan bahwa Iran membaca dengan baik kondisi AS saat ini secara global. ancaman Trump dan AS hanya masih mempan kepada negara lemah. Hanya mempan terhadap pemimpin Arab atau dunia Islam yang masih takut membela kepentingan nasionalnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Jalan Maju Chile

Rabu, 8 Juli 2026 | 06:44 WIB

Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

Sabtu, 13 Juni 2026 | 12:19 WIB

Langkah Spiritual dan Fisik Menuju Baitullah

Kamis, 9 April 2026 | 16:31 WIB

Misi Penjaga Perdamaian Dunia Kontingen Garuda

Minggu, 5 April 2026 | 20:47 WIB

Tetap Jaga Jarak

Jumat, 6 Maret 2026 | 14:57 WIB

Variasi Durasi Puasa di Berbagai Belahan Dunia

Minggu, 22 Februari 2026 | 04:46 WIB

Setiap Serangan Israel ke Iran, Selalu Dibayar Lunas

Kamis, 19 Februari 2026 | 05:22 WIB

AS Tangkap Presiden Venezuela Maduro, Besok Siapa?

Senin, 5 Januari 2026 | 05:59 WIB

Indonesia Jd Pemimpin IG Terbesar di ASEAN

Senin, 8 Desember 2025 | 21:33 WIB

Zohran Mamdani, Syiahkah?

Minggu, 9 November 2025 | 19:59 WIB
X