JournalNusantara.com - Ada tiga komponen yang menopang ajegnya Pemerintahan Demokratis di bumi ini, yakni hadirnya Eksekutif, legislatif dan Yudikatif. Hal ini merupakan buah pemikiran Charles de Montesquie yang kita kenal dengan teori Trias Politika.
Namun seiring dengan berkembangnya waktu, konsep tiga komponen Trias Politika mengalami modifikasi dengan tambahan satu komponen lagi yaitu Pers sebagai the fourth estate, ataupun jurnalistik sebagai kekuatan ke empat penopang ajegnya demokrasi dunia.
Baca Juga: Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Peran Warga Menjaga Keasrian Masjid (Bagian 46)
Menjadi sangat menarik mengapa Pers dipahami sebagai komponen tambahan bahkan penyempurna konsepsi Trias Politika. hal ini berangkat dari rumus kekuasaan yang digagas oleh Lord Acton yang menyatakan bahwa The Powers tends to corrupt, absolute power corrupt absolutely, artinya bahwa kekuasaan itu cenderung kuruptif dan kekuasaan yang absolut sudah pasti korup.
"Karenanya kehadiran Pers dalam bingkai negara demokrasi menjadi mutlak dan sebuah keharusan, jika tidak goyahlah tiang demokrasi bahkan kemungkinan ambruk." ungkap Jujun Suparman seorang Aktivis Sosial dari Desa Sukasirna, Sukaluyu Cianjur saat berdiskusi di Rumah Pergerakan Cianjur Isntitute, Jum'at (16/07).
Jujun, demikian panggilan akrab pria yang juga dikenal sebagai Pegiat Isu-isu Buruh di Cianjur tersebut menambahkan bahwa dirinya siap berjuang bersama masyarakat untuk memperoleh kembali hak-hak sipilnya, salahsatunya melalui dunia Jurnalistik yang ia geluti saat ini.
Baca Juga: Inisiatif Guru SDK Ogolau Masak Mandiri Demi Siswa Pelosok Sulteng
Hal senada juga dikemukakan oleh Indra Ari Setiawan yang juga berprofesi sebagai pemerhati sosial dan Jurnalis di Kab. Cianjur. Dalam diskusi yang cukup hangat tersebut indra akan berkomitmen memperjuangkan nasib masyarakat akar rumput yang kerap dirugikan oleh oknum-oknum birokrat dan oknum politisi di daerah, terlebih pemerintahan desa yang tidak taat konstitusi.
"Hati saya tergerak dan selalu bersemangat ketika berbicara tentang hak-hak masyarakat arus bawah. Karena saya pun adalah bagian dari mereka. Oleh karenanya saya akan selalu menjadi garda terdepan dan menjadi corong suara kebenaran masyarakat yang tertindas. Salahsatu upaya saya adalah melalui peran media masa dan juga pemanfaatan sosial media yang kini tengah saya geluti." tuturnya dengan nada optimis.
Forum diskusi ringan di Rumah Pergerakan Yayasan Cianjur Institut tersebut merupakan Diskusi Rutin yang dilaksanakan satu minggu sekali dibilangan Jl-Raya Cianjur-Bandung dengan tema seputar Kebangsaan, Keindonesian, Keislaman dan Kedaerahan. (Rimba Raya)
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Ketenangan Batin (Bagian 2272)
Jihan Fahira Ajak Warga Cileungsi Redam Ego Demi Rawat Persatuan Bangsa
Ironi Pidato Sektor Pertanian, Antara Retorika dan Realita di Lapangan
Alfamart dan Cussons Baby Gelar Sahabat Posyandu, Sasar 2.800 Ibu dan Anak
GP Ansor Karangtengah Cianjur Matangkan Persiapan Pelatihan Kepemimpinan Dasar ke-V
Mutiara Pagi: Sembunyikan (Bagian 2273)
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Peran Warga Menjaga Keasrian Masjid (Bagian 46)
Pelimpahan Tersangka Don Ritto Beserta Barbuk Emas 74 Kilogram ke Kejagung
Pemeriksaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Didampingi Hotman Paris
Inisiatif Guru SDK Ogolau Masak Mandiri Demi Siswa Pelosok Sulteng