JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Jawa Barat resmi menyambut kepulangan Ai Juariah, seorang pekerja migran yang sempat viral akibat mengalami penganiayaan di Libya.
Korban penempatan nonprosedural tersebut tiba di Pendopo Bupati Cianjur pada Senin (13/7/2026) setelah berhasil dievakuasi ke tanah air sehari sebelumnya melalui koordinasi lintas instansi.
Kehadiran perempuan paruh baya ini menjadi momentum krusial bagi otoritas setempat untuk memperketat pengawasan ketenagakerjaan di tingkat daerah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur Denny Widya Lesmana menyatakan bahwa pemulangan ini melibatkan kerja sama intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk menembus dinamika birokrasi di negara tujuan.
Pihaknya kini tengah mempersiapkan laporan resmi terkait indikasi kuat adanya tindak pidana yang dialami oleh warganya tersebut.
"Kami juga mengingatkan agar masyarakat luas tidak mudah tergiur oleh bujuk rayu calo yang menawarkan pekerjaan di luar negeri secara instan tanpa dokumen resmi," ujarnya.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menjelaskan bahwa kendala utama proses evakuasi berakar dari situasi politik dalam negeri Libya yang sedang bergejolak dan mengalami dualisme kepemimpinan.
Kendati demikian, komitmen perlindungan warga negara tetap diutamakan hingga korban dapat kembali dengan selamat ke pelukan keluarga.
Menurut Wahyu, persoalan ini bukan sekadar musibah personal, melainkan alarm keras bagi jajarannya untuk membenahi sistem edukasi penempatan tenaga kerja dari tingkat desa.
"Yang terpenting adalah memberikan kepastian hukum dan perlindungan kepada warga sejak sebelum berangkat, selama bekerja, hingga kembali ke tanah air," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BP3MI Jawa Barat AKBP Singgih Hermawan mengapresiasi langkah taktis kepolisian yang bergerak cepat mengusut jaringan perdagangan orang dalam kasus ini.
Selain fokus pada penegakan hukum untuk memberikan efek jera kepada sindikat, lembaga tersebut juga memastikan korban mendapatkan pemulihan psikologis yang komprehensif.
Singgih menekankan perlunya evaluasi total pada rantai pengawasan administrasi kependudukan agar celah keberangkatan ilegal dapat ditutup rapat.
Kapolres Cianjur AKBP A. Alexander Yurikho Hadi menegaskan bahwa jajaran Korps Bhayangkara berkomitmen penuh untuk membongkar jaringan sponsor lokal yang terlibat dalam pengiriman pekerja migran secara ilegal ini.
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Perbedaan (Bagian 2268)
Kolonel Jhonson Sitorus Pimpin Penertiban Puluhan KJA di Waduk Cirata
Sabet Dua Penghargaan di Hari Jadi Cianjur, Desa Sirnagalih Perkuat Layanan Publik
Kapolres Cianjur Siapkan Kejuaraan Voli Lebih Besar demi Jaring Atlet Nasional
PBVSI Cianjur Bakal Gandeng Atlet Nasional untuk Naikkan Level Kompetisi Voli Lokal
Hari Jadi Cianjur, Bupati Wahyu Targetkan Dongkrak IPM
Adhiwangsa Jagaddhita Nganjang ka Desa: Ngabubur Suro Rancakalong–Sumedang
Wakili Jawa Barat di LKS Nasional, Siswi SMK Cianjur Dapat Apresiasi
Mutiara Pagi: Simpan Sebagian (Bagian 2269)
Prodi S3 Pendidikan Islam UIN Bandung Gelar Pelatihan Artikel Jurnal Terindeks Scopus