Oleh: Yudi Latif
Saudaraku, para pemerhati hubungan internasional sering menisbatkan kutipan ini kepada ucapan Henry Kissinger:
“It may be dangerous to be America's enemy, but to be America's friend is fatal.”
(Berbahaya menjadi musuh Amerika, tetapi menjadi teman Amerika bisa berakibat fatal).
Terlepas dari siapa pun kutipan tersebut, pesannya berisi kritik sinis terhadap politik luar negeri Amerika Serikat yang mencerminkan realitas dan mengandung kadar kebenaran.
Bahwa menjadi musuh Amerika itu jelas berisiko karena Amerika memiliki kekuatan militer, ekonomi, dan politik besar. Namun, menjadi sekutu dekatnya juga bisa “gawat”; karena Amerika bisa mengubah kebijakan atau meninggalkan sekutunya ketika kepentingannya berubah. Sekutu juga sering terseret konflik geopolitik yang bukan kepentingan mereka sendiri.
Selain itu, ada banyak contoh negara yang didukung lalu ditinggalkan atau bahkan ditekan oleh AS. Dukungan AS pada Ngo Dinh Diem di Vietnam Selatan. Namun, tatkala pemerintahannya dianggap tidak efektif dan memicu krisis politik, AS mendukung atau membiarkan kudeta 1963.
Begitu pun hubungan AS dengan Manuel Noriega di Panama. Noriega lama bekerja sama dengan intelijen Amerika (CIA) selama era Perang Dingin, aktif membantu kepentingan AS di Amerika Latin. Namun pada akhir 1980-an hubungan memburuk karena tuduhan narkotika dan konflik politik. Tahun 1989, AS melancarkan United States invasion of Panama. Noriega ditangkap dan dibawa ke Amerika untuk diadili.
Pelajaran yang bisa diambil oleh pemimpin Indonesia, tetap berjalan di koridor relasi bebas aktif: tak perlu memusuhi AS, tapi juga jangan terlalu dekat. Apalagi saat negara itu dipimpin orang psikopat yang sulit dipercaya. Jangan merasa melambung karena terus dipuji dan dielus olehnya, karena itu bisajadi prosesi untuk menyembelih secara halus.
Artikel Terkait
Perkuat Solidaritas di Bulan Suci, KOPRI STISIP Guna Nusantara Cianjur Gelar Aksi Bagi Takjil
Mutiara Pagi: Di Bawah Bayang-bayang Perang (Bagian 2139)
Kunjungi Desa Benjot, Bupati Cianjur Janjikan Pembangunan Fisik hingga Bantuan Sosial Spontan
Titik Nadir
Tragedi di Ladang Labu Siam: Saat Kemiskinan Berbenturan dengan Hukum
Tombo Ati Ramadhan: Menemukenali Rumus Tuhan Masa Depan
Wartawan Terhalang Saat Kunjungan Wakil Bupati Cianjur di SMAN 1, Ada Apa?
Mutiara Pagi: Doa (Bagian 2140)
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Melatih Anak Berpuasa dan Strategi Membangunkan Sahur (Bagian 29)
Merepresentasi Konflik Global dalam Sastra Arab Kontemporer: Perspektif Literatur Arab Modern