JOURNALNUSANTARA.COM - Melatih anak berpuasa sejak dini merupakan investasi spiritual dan kedisiplinan yang luar biasa. Salah satu tantangan terbesar bagi orang tua adalah momen sahur.
Sering kali, anak sulit dibangunkan karena masih mengantuk berat, yang berisiko membuat mereka rewel atau lemas saat menjalankan puasa keesokan harinya.
Namun, dengan pendekatan yang tepat, momen sahur sebenarnya bisa menjadi cara mudah untuk membangun kedekatan emosional sekaligus melatih ketangguhan mental anak.
Kunci utama agar anak mudah dibangunkan sahur adalah pengaturan pola tidur. Pastikan anak tidur lebih awal dari biasanya agar durasi istirahat mereka tetap terpenuhi meskipun harus terbangun di dini hari.
Orang tua bisa memberikan pemahaman bahwa sahur bukan sekadar makan, melainkan bekal energi agar mereka kuat bermain dan belajar sepanjang hari.
Gunakanlah cara-cara yang lembut dan menyenangkan saat membangunkan mereka, seperti memutar selawat, memanggil nama mereka dengan penuh kasih sayang, atau membisikkan menu favorit yang telah disiapkan di meja makan.
Selain itu, melibatkan anak dalam menyusun menu sahur dapat meningkatkan antusiasme mereka. Ketika anak merasa memiliki andil dalam apa yang akan mereka santap, mereka cenderung lebih bersemangat untuk bangun tanpa drama.
Sajikan makanan yang bergizi namun tetap menarik secara visual. Hindari memaksa anak makan dalam jumlah besar secara instan; mulailah dengan minuman hangat atau buah-buahan untuk membangkitkan kesadaran mereka secara perlahan.
Konsistensi adalah elemen krusial. Jika anak sudah terbiasa dengan ritme bangun dini hari, tubuh mereka akan membentuk jam biologis alami.
Pujian yang tulus setelah mereka berhasil bangun sahur dan menyelesaikan puasa hingga waktu yang disepakati akan memberikan rasa bangga pada diri anak.
Dengan demikian, proses melatih anak berpuasa tidak lagi menjadi beban, melainkan momen istimewa yang mereka nantikan setiap tahunnya.
Oleh: Tim Media DKM Al-Muhajirin, Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur
Artikel Terkait
Sambut Ramadhan, Yayasan Adda Cendekia Madani Gelar Pesantren Kilat Daring Gratis Berhadiah
Menebar Kebaikan di Bulan Suci, Mojang Jajaka Kabupaten Bogor Galang Donasi untuk Anak Yatim
Perkuat Solidaritas di Bulan Suci, KOPRI STISIP Guna Nusantara Cianjur Gelar Aksi Bagi Takjil
Mutiara Pagi: Di Bawah Bayang-bayang Perang (Bagian 2139)
Kunjungi Desa Benjot, Bupati Cianjur Janjikan Pembangunan Fisik hingga Bantuan Sosial Spontan
Titik Nadir
Tragedi di Ladang Labu Siam: Saat Kemiskinan Berbenturan dengan Hukum
Tombo Ati Ramadhan: Menemukenali Rumus Tuhan Masa Depan
Wartawan Terhalang Saat Kunjungan Wakil Bupati Cianjur di SMAN 1, Ada Apa?
Mutiara Pagi: Doa (Bagian 2140)