Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Melatih Anak Berpuasa dan Strategi Membangunkan Sahur (Bagian 29)

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Jumat, 6 Maret 2026 | 12:28 WIB
Menu Sahur Sehat - Antara Energi Tahan Lama dan Rasa Kenyang Semu - busurnusa.com (Redaksi Busurnusa (AI))
Menu Sahur Sehat - Antara Energi Tahan Lama dan Rasa Kenyang Semu - busurnusa.com (Redaksi Busurnusa (AI))

 

JOURNALNUSANTARA.COM - Melatih anak berpuasa sejak dini merupakan investasi spiritual dan kedisiplinan yang luar biasa. Salah satu tantangan terbesar bagi orang tua adalah momen sahur.

Sering kali, anak sulit dibangunkan karena masih mengantuk berat, yang berisiko membuat mereka rewel atau lemas saat menjalankan puasa keesokan harinya.

Namun, dengan pendekatan yang tepat, momen sahur sebenarnya bisa menjadi cara mudah untuk membangun kedekatan emosional sekaligus melatih ketangguhan mental anak.

Kunci utama agar anak mudah dibangunkan sahur adalah pengaturan pola tidur. Pastikan anak tidur lebih awal dari biasanya agar durasi istirahat mereka tetap terpenuhi meskipun harus terbangun di dini hari.

Orang tua bisa memberikan pemahaman bahwa sahur bukan sekadar makan, melainkan bekal energi agar mereka kuat bermain dan belajar sepanjang hari.

Gunakanlah cara-cara yang lembut dan menyenangkan saat membangunkan mereka, seperti memutar selawat, memanggil nama mereka dengan penuh kasih sayang, atau membisikkan menu favorit yang telah disiapkan di meja makan.

Selain itu, melibatkan anak dalam menyusun menu sahur dapat meningkatkan antusiasme mereka. Ketika anak merasa memiliki andil dalam apa yang akan mereka santap, mereka cenderung lebih bersemangat untuk bangun tanpa drama.

Sajikan makanan yang bergizi namun tetap menarik secara visual. Hindari memaksa anak makan dalam jumlah besar secara instan; mulailah dengan minuman hangat atau buah-buahan untuk membangkitkan kesadaran mereka secara perlahan.

Konsistensi adalah elemen krusial. Jika anak sudah terbiasa dengan ritme bangun dini hari, tubuh mereka akan membentuk jam biologis alami.

Pujian yang tulus setelah mereka berhasil bangun sahur dan menyelesaikan puasa hingga waktu yang disepakati akan memberikan rasa bangga pada diri anak.

Dengan demikian, proses melatih anak berpuasa tidak lagi menjadi beban, melainkan momen istimewa yang mereka nantikan setiap tahunnya.

Oleh: Tim Media DKM Al-Muhajirin, Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X