Di bawah langit yang muram
Siang pun terasa kelam
Seolah-olah tak ada pilihan
Kecuali saling bermusuhan
Perang, bukan sekadar mesiu dan baja
Tapi menjelma jadi angka-angka
Di layar politik dan ekonomi
Menggoyang dapur kecil negeri ini
Meski tak selalu badai
Tapi tak kunjung usai
Ada sejumlah masalah
Yang menimbulkan amarah
Maka persatuan adalah pelita
Yang harus menyala dalam dada
Agar tetap satu dalam perbedaan
Menjauhkan prasangka dan kebencian
Di bawah bayang-bayang perang
Indonesia diuji agar tetap utuh
Serta mampu berpikir tenang
bukan bangsa yang mudah rapuh
Kita tak akan retak
dan selalu mampu menolak
Membaca cemas di wajah zaman
Bukan dengan dentuman permusuhan
Malang, 5 Maret 2026
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Memutus Rantai Manusia Autopilot melalui Evaluasi Kritis Ramadan sebagai Instrumen Reklamasi Kebebasan Jiwa
Sanlat Masjid Agung Cianjur Jadi Oase Perbaikan Akhlak Generasi Muda
Cara Memperlancar Buang Air Besar Secara Alami dan Cepat
Pengaruh Kemiskinan Struktural, Kultural, Absolut, dan Relatif pada Generasi Masa Depan
Mutiara Pagi: Bila Hati Letih (Bagian 2138)
Cara Menjaga Kamar Mandi Tetap Higienis dan Bebas Kuman
Berbagi Momen Buka Puasa di Grand Aston Puncak Berhadiah Menginap Gratis
Sambut Ramadhan, Yayasan Adda Cendekia Madani Gelar Pesantren Kilat Daring Gratis Berhadiah
Menebar Kebaikan di Bulan Suci, Mojang Jajaka Kabupaten Bogor Galang Donasi untuk Anak Yatim
Perkuat Solidaritas di Bulan Suci, KOPRI STISIP Guna Nusantara Cianjur Gelar Aksi Bagi Takjil