Ribuan Santri Meriahkan Pawai Ta'aruf Pembukaan PORSADIN XII di Pagelaran Cianjur

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:05 WIB
Pawai Ta'aruf Pembukaan PORSADIN XII di Pagelaran Cianjur. (FOTO: Ist)
Pawai Ta'aruf Pembukaan PORSADIN XII di Pagelaran Cianjur. (FOTO: Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Perhelatan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) XII tingkat Kabupaten Cianjur resmi bergulir di lingkungan SMKN 1 Pagelaran.

Agenda akbar yang mengumpulkan ribuan santri Madrasah Diniyah Takmiliyah dari puluhan wilayah tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus pembinaan moral kompetitif peserta didik.

Sebelum acara utama dimulai, panitia pelaksana telah merampungkan proses registrasi kafilah serta pengukuhan dewan hakim guna menjamin akurasi penilaian.

Memasuki hari pembukaan, antusiasme masyarakat pecah saat menyaksikan iring-iringan Pawai Ta'aruf yang menampilkan identitas unik kebudayaan dari setiap daerah asal peserta.

Prosesi peresmian berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pimpinan Kementerian Agama serta jajaran pejabat daerah, termasuk Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian yang membuka acara secara simbolis.

Momentum pembukaan ini ditandai pula dengan pembacaan sumpah atlet demi menjunjung tinggi nilai sportivitas sepanjang kompetisi.

Penanggung Jawab Pawai Ta'aruf, Salman Faris, mengingatkan bahwa esensi utama ajang ini bukanlah sekadar mengejar piala mutlak di podium tertinggi.

Menurutnya, prioritas gerakan ini adalah menyuburkan ikatan persaudaraan keislaman di lingkungan lembaga keagamaan nonformal.

"Kemenangan bukanlah tujuan utama, melainkan mempererat ukhuwah Islamiyah antar-Madrasah Diniyah se-Kabupaten Cianjur sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan santri di setiap kecamatan," ujar Salman saat memberikan keterangan.

Senada dengan hal itu, jajaran panitia teknis mengimbau kepada seluruh delegasi untuk tetap menjaga kedisiplinan serta nama baik daerah masing-masing selama bertanding.

Rangkaian perlombaan olahraga dan seni dijadwalkan berlangsung intensif hingga malam hari dan diteruskan pada esok hari sebelum ditutup lewat sidang pleno penetapan juara umum.

Tercatat ada puluhan kecamatan yang mengirimkan kelompok terbaiknya untuk meramaikan kompetisi dua tahunan ini.

Kehadiran para santri dengan membawa berbagai resolusi positif membuktikan bahwa institusi keagamaan setempat siap mencetak generasi muda yang seimbang antara ketangkasan fisik, keindahan seni, dan keluhuran budi pekerti.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X