(Belajar dari kearifan Umar bin Khattab)
Hati yang terluka
tak perlu selalu diceritakan kepada manusia
pulanglah kepada Sang Pencipta
kepada-Nya, kesedihan tak perlu bercerita
sebab tidak semua manusia
mampu menjaga rahasia air mata
tampak peduli di hadapan kita
tanpa sadar melukai lewat ucapannya
maka bila hatimu merasa letih
akibat perlakuan manusia
tak perlu terlalu bersedih
terimalah dengan lapang dada
semua ada masanya
semua ada batasnya
segalanya akan dipergilirkan
sesuai dengan nomor antrian
jika doa dikabulkan, bersyukurlah
karena itu permintaan kita
bila doa belum dikabulkan, lebih bersyukurlah
karena itu pilihan Sang Pencipta
bahkan doa yang dijawab dengan “tunggu”
melatih kesabaran agar tumbuh lebih kuat
karena Tuhanlah Yang Maha Tahu
kapan saat yang paling tepat
Malang, 4 Maret 2026
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Belajar Menimbang Kata (Bagian 2136)
Mengatasi Pusing yang Mengganggu
Pendaftaran Grand Model Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Yuk Gabung!
Mutiara Pagi: Kisah Sebotol Cuka (Bagian 2137)
Sekretaris Nasional BEM PTNU Gugat Kebijakan Kuota Hangus dan Formalisme Hukum di Mahkamah Konstitusi
Menakar Prioritas Antara Ibadah Salat Tarawih dan Euforia Sepak Bola di Bulan Suci
Memutus Rantai Manusia Autopilot melalui Evaluasi Kritis Ramadan sebagai Instrumen Reklamasi Kebebasan Jiwa
Sanlat Masjid Agung Cianjur Jadi Oase Perbaikan Akhlak Generasi Muda
Cara Memperlancar Buang Air Besar Secara Alami dan Cepat
Pengaruh Kemiskinan Struktural, Kultural, Absolut, dan Relatif pada Generasi Masa Depan