JournalNusantara.com/ CIANJUR - Kotoran hewan (kohe) sapi yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah ternyata memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali. Melalui pengolahan yang tepat, limbah peternakan tersebut dapat menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi sektor pertanian sekaligus mengurangi potensi dampaknya terhadap lingkungan.
Mahasiswa KKN Kelompok 174 menggelar kegiatan sosialisasi pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik pada Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan potensi limbah peternakan sekaligus menambah wawasan masyarakat mengenai pengelolaan pupuk yang dapat mendukung sektor pertanian.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Sukamulya, jajaran RT/RW, warga, serta mahasiswa KKN Kelompok 174. Dalam sambutannya, Ketua Kelompok 174, Muhammad Teguh, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini diharapkan tidak berhenti sebagai program mahasiswa, tetapi dapat menjadi kegiatan yang manfaatnya diteruskan dan dikembangkan oleh masyarakat.
“Program ini sebenarnya milik warga, kami mahasiswa hanya membantu sebisa mungkin untuk memfasilitasi,” ujar Muhammad Teguh dalam sambutannya. Ia juga menyampaikan bahwa mahasiswa berupaya menghadirkan pihak yang kompeten agar masyarakat memperoleh pengetahuan yang tepat mengenai pengolahan limbah kotoran hewan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Sukamulya, Saripudi, S.Pd., menilai sosialisasi pengolahan limbah tersebut memiliki manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani. Menurutnya, pemanfaatan kotoran hewan sebelumnya masih menghadapi keterbatasan pengetahuan dan tenaga ahli. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan wawasan masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan pemanfaatan limbah peternakan di Desa Sukamulya.
Materi utama disampaikan oleh Asep Saifullah Badruzaman, lulusan Agroteknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang memiliki pengalaman di bidang pertanian, termasuk penelitian mengenai pupuk kandang dan pengalaman dalam pengolahan pupuk organik. Dalam kegiatan tersebut, Asep menjelaskan bahwa pengolahan bahan organik dapat dilakukan melalui metode fermentasi dan dekomposisi.
Baca Juga: Buntut Kasus Hafalan Al-Quran Ditukar Miras, 5 Orang Dilaporkan ke Polisi
"Ada berbagai jenis pupuk organik, mulai dari pupuk kandang, kompos, pupuk hijau, pupuk organik cair (POC), hingga vermicompost. Pemanfaatan bahan organik seperti kotoran ternak, sisa tanaman, dan limbah dapur dijelaskan sebagai salah satu alternatif untuk menghasilkan pupuk yang dapat mendukung kebutuhan tanaman." Jelas Asep.
Asep juga menjelaskan potensi yang dimiliki limbah kotoran sapi. Apabila tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut dapat menimbulkan persoalan lingkungan karena mengandung bakteri, patogen, serta menghasilkan gas seperti metana dan amonia. Namun, dengan pengolahan yang tepat, limbah tersebut dapat dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai guna bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 174 berharap pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat menjadi langkah awal dalam mengembangkan pemanfaatan limbah peternakan secara lebih optimal. Sosialisasi tidak hanya diarahkan untuk memberikan informasi, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu melihat limbah sebagai potensi yang dapat diolah dan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian di Desa Sukamulya. (Penulis: Zelda Felcitia Sajjad)
Disarikan dari berbagai sumber.
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Perubahan (Bagian 2298)
Tumpas Peredaran Narkoba di Cianjur: 32 Kasus Diungkap, 38 Pelaku Diciduk
Antisipasi Kebakaran Gunung Gede Pangrango, Polres Cianjur Perkuat Kolaborasi Lintas Instansi
Antisipasi Karhutla, Polres Cianjur Siagakan 700 Personel
Maling Nekad Bermodal Kunci Lemari Bobol Stang Motor, Apes...Digulung URC Macan Blambangan
Waduh..!!! Tawuran Pelajar Kembali Terjadi di Cianjur, KDM Siapkan Pembinaan di Barak Militer
Metty dan Isfan Antara Restu DPP dan Klaim Dukungan, Jelang MUSDA Golkar Mesin Politik Mulai Memanas
Buntut Kasus Hafalan Al-Quran Ditukar Miras, 5 Orang Dilaporkan ke Polisi
Kantuk, Sopir Truk Trailer Tabrak Mobil yang Ditumpangi Pendakwah Kondang Anwar Zahid
Edisi KKN UIN SGD Bandung: Rembug Warga Sukamulya, 5 Program Berbasis Potensi dan Kebutuhan Masyarakat