JournalNusantara.com/ BANYUWANGI – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sonny T. Danaparamita, menegaskan komitmennya mengawal program swasembada gula nasional agar memberikan manfaat nyata bagi petani tebu, khususnya di Kabupaten Banyuwangi.
Menurut legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur III tersebut, upaya mewujudkan kemandirian gula nasional perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada perluasan lahan, tetapi juga memperkuat tata kelola industri dari hulu hingga hilir.
Sonny menyatakan Banyuwangi telah memiliki infrastruktur pendukung berupa Pabrik Gula (PG) Glenmore yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan produksi gula nasional.
"Untuk Banyuwangi, kita sudah memiliki fasilitas modern seperti PG Glenmore. Tantangan saat ini bukan sekadar membuka lahan baru, melainkan menjaga stabilitas rantai pasok tebu dengan mengoptimalkan kemitraan bersama petani lokal," ujar Sonny.
Baca Juga: Gubernur Aceh Didesak Evaluasi TAPA, Usai Dana Rp1,6 Triliun Mengendap
Dorong Kemitraan Pabrik dengan Petani
Sonny meminta pemerintah memastikan aturan kemitraan antara pabrik gula dan petani diterapkan secara konsisten. Menurutnya, pabrik gula perlu menjalankan peran sebagai mitra yang memberikan pembinaan, transfer teknologi, serta dukungan sarana dan prasarana bagi petani tebu.
Ia juga menyoroti informasi mengenai dugaan adanya pabrik yang tidak menyerap hasil panen petani. Jika terbukti terjadi pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku, Sonny meminta aparat dan instansi terkait mengambil langkah sesuai peraturan perundang-undangan.
"Saya mendukung penegakan aturan terhadap pihak-pihak yang tidak menjalankan kewajiban kemitraan sebagaimana mestinya. Kepentingan petani harus menjadi prioritas," tegasnya.
Perlindungan Harga Gula dan Reformasi Agronomi
Selain aspek kemitraan, Sonny menilai perlindungan terhadap petani tebu juga harus dilakukan melalui penguatan tata niaga gula. Ia mendorong pemerintah memperketat pengawasan agar gula rafinasi impor tidak masuk ke pasar konsumsi yang berpotensi memengaruhi harga Gula Kristal Putih (GKP) hasil produksi petani.
Baca Juga: Jamin Ketersediaan, BULOG Pasok 3.000 Ton Beras Premium untuk Cianjur dan Sukabumi
Di sektor budidaya, Sonny mengusulkan peningkatan produktivitas melalui penggunaan varietas bibit unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim serta mendorong program konsolidasi lahan guna meningkatkan efisiensi pengelolaan perkebunan tebu rakyat.
"Petani membutuhkan dukungan berupa bibit unggul hasil riset yang sesuai dengan kondisi iklim saat ini. Konsolidasi lahan juga penting agar pengelolaan kebun tebu rakyat menjadi lebih efektif dan produktif," ujarnya.
Artikel Terkait
Bursa Ketum PBNU Memanas, Gus Gudfan Kantongi Restu Kiai Sepuh
224 Guru di Cianjur Terjerat Status Administrasi, Dianggap Tendik padahal selalu mengajar
SMK Assuyuthiyyah Bersama BNN Kabupaten Cianjur dan Duta Anti Narkoba Jawa Barat Gelar Sosialisasi P4GN dan Tes Urine, Wujudkan Program ANANDA BERSINA
Layanan Air, Desa Kertajaya Apresiasi Polres Cianjur
Jejak Karier dr Elda Putri Rahardini, sang Dokter Jebolan LPDP Dinilai Tak Beretika di Hadapan Pasien
Jasad dalam Karung Beras di Depok Belum Kunjung Diketahui Identitasnya, Ini Kronologi versi Warga-Polisi
Mutiara Pagi: Layang-Layang (Bagian 2293)
Syahriahan Karangtengah, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara di Cianjur
Jamin Ketersediaan, BULOG Pasok 3.000 Ton Beras Premium untuk Cianjur dan Sukabumi
Gubernur Aceh Didesak Evaluasi TAPA, Usai Dana Rp1,6 Triliun Mengendap