JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Pencegahan maraknya praktik keuangan ilegal di lingkungan pesantren terus dilakukan melalui penguatan edukasi finansial.
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat bersama Lembaga Penjamin Simpanan menggelar sosialisasi literasi keuangan yang diikuti ratusan santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Musri, Kabupaten Cianjur.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa pemahaman finansial kini menjadi kebutuhan mendasar bagi para santri di tengah ketidakpastian ekonomi.
Program transformasi lembaga keagamaan ini diarahkan untuk membentuk kemandirian ekonomi serta membentengi warga pesantren dari jebakan judi daring hingga pinjaman online ilegal.
Kurangnya pemahaman pengelolaan uang dinilai menjadi pemicu utama masyarakat terjerat skema keuangan bodong. Kondisi tersebut membawa dampak fatal bagi perekonomian nasional karena triliunan rupiah dana masyarakat mengalir keluar negeri dan menurunkan daya beli warga miskin.
"Tidak tanggung-tanggung, judol telah membuat Rp300-600 triliun dana kita kabur ke luar negeri berdasarkan data PPATK 2026. Akibatnya, kelompok miskin dan rentan semakin tertekan dan kehilangan daya beli," katanya.
Para santri diimbau untuk membiasakan diri mempelajari literatur ekonomi serta membangun pola pikir produktif sejak dini. Langkah mandiri tersebut dipandang sebagai fondasi penting dalam mengelola keuangan secara bijak.
"Mari kita mulai membangun mindset dan mental kaya. Perkaya diri dengan berbagai literatur keuangan, serta biasakan membaca dan berdiskusi persoalan-persoalan ekonomi," ujarnya.
Sinergi antara pemerintah dan LPS ini diharapkan berlanjut guna memperluas jangkauan edukasi. Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi teknis mengenai pengelolaan keuangan oleh Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu.
Artikel Terkait
Ketua BKPRMI Jabar Puji Dedikasi Ribuan Guru Ngaji Cianjur
Wakil Ketua OSIS SMK Pariwisata PHT Cianjur Raih Medali Emas Olimpiade Sains Siswa Nasional
Refleksi atas Berakhirnya UHC di Kabupaten Cianjur
Update Kasus Syekh Ahmad Al Misry: Kronologi Dugaan Pencabulan Santri, Bantahan hingga Red Notice dari Interpol
Rekaman CCTV Detik-detik Koper Kopilot Malaysia Airlines Dibongkar, Terdapat 70.114 Butir Ekstasi
Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dorong Percepatan Peluncuran Panduan Generative AI Berbasis Etika Akademik dan Nilai
Mutiara Pagi: Prinsip (Bagian 2291)
Gandeng Duta Anti Narkoba Jabar, SMK Assuyuthiyyah dan BNN Cianjur Gelar Tes Urine Pelajar
Merekam Tanpa Izin Ebemartono, Helmy Yahya: Jaga Etika, Apalagi Cari Penghasilan di Sosial Media
Hujan Deras Sejak Siang di Kota Padang, BPBD Sebut 3 Kecamatan Terdampak Banjir