Bursa Ketum PBNU Memanas, Gus Gudfan Kantongi Restu Kiai Sepuh

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Rabu, 5 Agustus 2026 | 15:06 WIB
Bendahara Umum PBNU Gus Gudfan dan KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha). (FOTO Ist)
Bendahara Umum PBNU Gus Gudfan dan KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha). (FOTO Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, JAKARTA - Bendahara Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H. Gudfan Arif Ghofur atau Gus Gudfan mengemuka sebagai salah satu kandidat kuat Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 yang dijadwalkan berlangsung bulan depan.

Dukungan terhadap Gus Gudfan dilaporkan terus bertambah dari pengurus wilayah, pengurus cabang, hingga kiai-kiai sepuh.

Ulama karismatik KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) sempat menyoroti garis keturunan Gus Gudfan lewat ungkapan "Hla wong dia putune," yang menandaskan bahwa nasab ulama dan wali yang disandangnya merupakan amanah moral dan kepemimpinan untuk kemanfaatan umat.

Pengasuh Pondok Pesantren LP3IA Rembang KH Muhammad Zaim Ahmad Ma'shoem mengapresiasi Gus Gudfan sebagai figur berlatar pesantren yang tanggap terhadap dinamika modernisasi, terutama menyangkut kemandirian finansial warga Nahdliyin.

Secara silsilah, Gus Gudfan merupakan keturunan ke-16 Sunan Drajat dari garis ayah dan menyambung ke Sunan Giri dari jalur ibu.

Warisan nilai sosial Catur Piwulang serta tradisi intelektual para Wali Songo tersebut dipadukan dengan tempaan pendidikan di Pesantren Manbaul Ma'arif Denanyar dan pengamalan Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah.

Di luar ranah keagamaan, Gus Gudfan memiliki rekam jejak sebagai pengusaha di sektor minyak dan gas, petrokimia, serta pertambangan batu bara. Pengalaman manajerial ini dinilai menjadi aset penting untuk memajukan perekonomian organisasi.

Karir keorganisasiannya dibangun secara berjenjang mulai dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Bendahara PP Pagar Nusa, Bendahara RMI PWNU Jawa Timur, hingga menduduki posisi Bendahara Umum PBNU.

Kombinasi antara latar belakang pesantren dan pengalaman di dunia usaha membuat Gus Gudfan dipandang sebagai representasi kepemimpinan "santri saudagar".

Jika mengantongi mandat mayoritas muktamirin, ia diproyeksikan mampu membawa PBNU memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di kancah nasional maupun internasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Menko PM dan LPS Edukasi Keuangan Santri di Cianjur

Selasa, 4 Agustus 2026 | 17:46 WIB
X