JOURNALNUSANTARA.COM, PURWOREJO - Gema ayat suci Al-Qur'an yang dilantunkan oleh para penyandang disabilitas memenuhi atmosfer Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.
Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Lomba Dakwah Disabilitas Tingkat Nasional 2026 ini menorehkan tinta emas dengan memecahkan rekor global. Kompetisi ini menjadi pelopor di tingkat nasional karena berhasil merangkul ragam kategori disabilitas secara komprehensif.
Acara yang berlangsung sejak Kamis malam tersebut resmi diakhiri oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, pada Jumat malam. Bahlil secara simbolis menyerahkan dana pembinaan serta sejumlah apresiasi tambahan kepada para juara.
Saat memberikan sambutan, ia mengungkapkan rasa haru mendalam melihat kompetensi para kafilah dalam menghafal dan melantunkan kitab suci.
Bahlil menuturkan bahwa dirinya sangat bahagia dapat menghadiri penutupan kompetisi bagi saudara-saudara disabilitas ini. Ia mengaku sangat tersentuh karena beberapa peserta bahkan mampu menghafal seluruh isi Al-Qur'an secara sempurna.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu menambahkan, fenomena ini memperlihatkan bahwa defisit fisik sama sekali bukan rintangan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.
Menurut Bahlil, realitas tersebut menjadi bukti otentik keagungan Sang Pencipta. Keterbatasan raga para peserta justru diimbangi dengan keimanan dan wawasan yang sangat tinggi, yang bahkan mungkin melampaui masyarakat umum.
Dalam hal ini dirinya mengakui bahwa orang-orang dengan fisik sempurna terkadang kalah hebat dari para peserta dalam hal melantunkan firman Tuhan.
Kompetisi dalam rangka peringatan hari jadi ke-48 Majelis Dakwah Islamiyah ini diikuti perwakilan dari pelosok negeri. Ketua Umum PP MDI, KH M. Choirul Anam MZD, memaparkan bahwa fase penyaringan berjalan selama dua bulan dengan total 301 pendaftar dari 26 provinsi.
Pada babak puncak, finalis dari 13 provinsi bersaing ketat dalam kategori tilawah, tahfiz, tartil, murattal, qiraah bagi tunarungu-wicara, hingga syiar dakwah.
KH Choirul Anam menegaskan ajang periode ini menjadi tonggak sejarah baru yang masif. Berbeda dengan tahun lalu yang berskala terbatas, edisi kali ini sukses mencatatkan diri dalam Guinness World Records setelah sebelumnya meraih Rekor MURI.
Ia menyatakan capaian ini merupakan kebanggaan kolektif lantaran perlombaan serupa merupakan yang pertama kalinya di dunia.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, saat membuka acara menyatakan bahwa ruang prestasi keagamaan adalah hak mutlak setiap warga negara.
Pemerintah menilai para penyandang disabilitas bukanlah kelompok marginal, melainkan pribadi dengan talenta khusus yang wajib diberikan panggung setara.
Artikel Terkait
DKM Al-Muhajirin Pepabri Gunteng Cianjur Agendakan Penyaluran Santunan Yatim dan Dhuafa
Mutiara Pagi: Wakil Rakyat yang Baik (Bagian 2245)
Polsek Naringgul Serahkan Bantuan Alat Pertanian untuk Kelompok Tani Binangkit
Mutiara Pagi: Jurang Pemisah (Bagian 2246)
Polsek Sukanagara Kawal Panen Raya Jagung Hibrida di Sukarame
Dari Tiyo Ardianto hingga Roy Suryo: Demokrasi di Ujung Ujian, Negara Hukum di Persimpangan Jalan
Polres Cianjur Tertibkan Knalpot Brong demi Kenyamanan Publik
Alarm Kualitas Perencanaan Pengentasan Kemiskinan di Cianjur
Lewat Lapangan Hijau, Polres Cianjur Jembatani Kerinduan Suporter dengan Skuad Persib
SMK Pariwisata PHT Cianjur Hadiri Program 'Istana Untuk Anak Sekolah'