Cianjur – Prestasi membanggakan kembali diraih sektor pertanian Kabupaten Cianjur. Buah pisang jenis Cavendish yang ditanam oleh petani lokal asal Desa Jamali, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, berhasil meraih Juara II pada Lomba Buah Unggul Tingkat Nasional 2026.
Lomba Buah Unggul Tingkat Nasional 2026 diselenggarakan pada periode 1 April hingga 25 Mei 2026 dan diikuti oleh petani dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam ajang tersebut, terdapat enam komoditas buah yang diperlombakan, yakni durian, mangga, alpukat, melon, jeruk, dan pisang meja.
Kompetisi ini menghadirkan tim juri yang terdiri dari para pakar dan profesional di bidang hortikultura dan agribisnis, yaitu Prof. Dr. Ir. Sobir, M.Si (Guru Besar IPB University), Vendi T. Suseno (Business Development Manager PT Laris Manis Utama), Dr. Fausiah T. Ladja, S.P., M.Si (Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian RI), Rosy Nur Apriyanti (Pimpinan Redaksi Majalah Trubus), serta Wahyu selaku perwakilan Toko Trubus.
Pada kategori pisang, berbagai varietas unggulan dari seluruh Indonesia bersaing untuk mendapatkan penilaian terbaik berdasarkan kualitas buah, penampilan, rasa, dan sejumlah indikator lainnya. Hasil penilaian menunjukkan bahwa Pisang Cavendish asal Kabupaten Cianjur berhasil meraih nilai 283,50 dan menempati posisi Juara II Nasional.
Sementara itu, posisi Juara I diraih oleh peserta dari Sumatra dan Juara III diraih oleh peserta dari Lembang, Bandung.
Pisang Cavendish yang meraih prestasi tersebut merupakan hasil budidaya milik Evi Hipni Baroya, petani asal Desa Jamali, Kecamatan Mande. Ia mengaku tidak menyangka tanaman yang dikembangkan bersama keluarganya selama beberapa tahun terakhir mampu bersaing dan meraih prestasi di tingkat nasional.
“Saya tidak menyangka buah yang kami tanam dan kembangkan selama beberapa tahun hingga sekarang bisa menjadi buah pisang unggul tingkat nasional dan mendapatkan Juara II,” ujar Evi.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa Kabupaten Cianjur memiliki potensi besar di sektor pertanian, khususnya dalam menghasilkan komoditas buah berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Evi berharap penghargaan yang diraih tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga dapat mendorong semangat para petani untuk terus meningkatkan kualitas hasil pertanian mereka.
“Prestasi ini membuktikan bahwa Cianjur memiliki kualitas tanah yang sangat baik untuk pertanian dan mampu menghasilkan buah unggul yang diakui secara nasional. Semoga ke depan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas serta memberikan masa depan yang lebih cerah bagi para petani,” tambahnya.
Keikutsertaan dalam Lomba Buah Unggul Tingkat Nasional juga memberikan berbagai manfaat bagi petani, di antaranya memperoleh penilaian langsung dari para pakar hortikultura, membuka akses pasar yang lebih luas, serta mengangkat nama daerah dan kebun ke tingkat nasional.
Prestasi Pisang Cavendish asal Desa Jamali ini menjadi bukti bahwa sektor pertanian Cianjur terus berkembang dan mampu menghasilkan produk unggulan yang berdaya saing tinggi di tingkat nasional.
Artikel Terkait
Pertimbangkan Situasi Ekonomi Masyarakat, Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026
Apa yang Harus Dilakukan Prabowo?
Manajemen Talenta, Kunci Utama Membenahi Citra Birokrasi Kementerian Agama
Dari Keterbatasan dan Keraguan, Menumbuhkan Harapan Baru bagi Kelestarian Lingkungan
Mahasiswa Asal Cibeber Cianjur Sukses Berkarya di Dunia Kreatif dan Entertainment
Disertasi Kandidat Doktor Neli Yuliawati Soroti Efektivitas Digitalisasi Administrasi Kependudukan di Cianjur
Prof Yosy Adiwisastra Tegaskan Riset Akademis Wajib Jadi Solusi Nyata Pelayanan Publik
Unpad Soroti Ketertinggalan Tata Kelola Digital Indonesia dari Malaysia dan Korea Selatan
Riset Doktor Administrasi Kependudukan Cianjur Didorong Menjadi Naskah Rekomendasi Kebijakan
Sekda Cianjur Jadikan Riset Doktoral Administrasi Kependudukan sebagai Bahan Evaluasi Birokrasi