Oleh: Yudi Latif
"Kedaulatan pangan bukan sekadar soal bagaimana memenuhi dan apa yang kita makan, tetapi juga soal siapa kita sebagai bangsa."
Setiap kali kita duduk di depan meja makan, sesungguhnya kita sedang mengambil keputusan yang jauh lebih besar daripada sekadar memilih apa yang akan kita santap.
Kita sedang menentukan siapa yang akan hidup dari hasil kerja kita.
Kita sedang menentukan tanah mana yang akan tetap subur atau perlahan kehilangan maknanya.
Kita sedang menentukan apakah desa akan terus berdenyut sebagai ruang kehidupan atau berubah menjadi halaman belakang yang ditinggalkan.
Makan tidak pernah sekadar mengenyangkan perut. Makan adalah tindakan kebudayaan. Makan adalah tindakan ekonomi. Makan adalah tindakan politik. Dan pada akhirnya, makan adalah tindakan peradaban.
Setiap pilihan pangan meninggalkan jejak. Jejak itu menghubungkan petani dengan pasar, nelayan dengan laut, hutan dengan mata air, benih dengan masa depan, bahkan sebuah bangsa dengan jati dirinya.
Karena itu, meja makan bukan hanya tempat bertemunya manusia dengan makanan.
Meja makan juga tempat bertemunya manusia dengan sejarah.
---
Paradoks Negeri yang Diberkahi
Ironisnya, Indonesia menghadapi sebuah paradoks yang tidak kecil.
Kita hidup di negeri yang dikaruniai salah satu kekayaan hayati terbesar di dunia. Bentang alam Nusantara menumbuhkan beragam tanaman pangan: padi, sagu, jagung, sorgum, talas, sukun, ubi kayu, ubi jalar, pisang, aneka kacang-kacangan, rempah-rempah, serta ribuan varietas buah dan sayuran yang berkembang mengikuti kearifan setiap daerah.
Hampir setiap wilayah di Nusantara memiliki tradisi pangan sendiri. Setiap zona alam melahirkan tanaman khas, dan setiap komunitas mewariskan pengetahuan yang terbentuk selama berabad-abad.
Alam seolah menitipkan kepada Indonesia sebuah laboratorium kehidupan yang nyaris tak tertandingi.
Artikel Terkait
Disdikpora Cianjur Siapkan BBPPMPV Pertanian Jadi Transit Sekolah Terintegrasi
Mutiara Pagi: Semua Dipergilirkan (Bagian 2277)
Sesudah Perayaan
Hotman Paris Sebut Febrie Adriansyah Sosok Kebanggan Prabowo, Istana: Jangan Kaitkan dengan Presiden
Audisi Beauty Muslimah Indonesia Jakarta 2027 Resmi Dibuka, Kesempatan Emas untuk Muslimah Jabodetabek!
Diduga Rindu Kampung Halaman, Kepala SPPG Blora Mendadak Resign usai Sempat Pamit Lalu Hilang Tak Kembali
Bekuk Dua Pelaku, Polres Cianjur Gagalkan Peredaran Belasan Kilogram Ganja
Viral Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Gedung Kejagung Jakarta, Desak Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diadili
Kabur dari Rombongan Trip di Korsel, Femas Sempat Kerja Sehari tapi Langsung Resign: Alasan Kerjanya Capek
Skandal Penculikan Atlet Golf Putri Jesslyn Wijaya di Jakpus: Dibawa 2 Pria ke Mobil