Namun, di negeri yang demikian kaya, kita masih menghadapi ancaman defisit bahan pangan, gejolak harga, ketergantungan pada impor, dan keresahan ketika satu atau dua komoditas mengalami gangguan produksi.
Paradoks ini seharusnya mengguncang kesadaran kita.
Persoalan pangan Indonesia bukan semata persoalan produksi, melainkan juga persoalan cara pandang.
Kita terlalu lama memandang pangan sebagai komoditas, bukan sebagai kebudayaan.
Sebagai barang dagangan, bukan sebagai identitas.
Sebagai angka statistik, bukan sebagai kedaulatan.
Bangsa yang kehilangan hubungan dengan pangannya perlahan akan kehilangan hubungan dengan tanahnya.
Bangsa yang tidak lagi mengenal musim tanam, nama-nama benih, aroma sawah selepas hujan, atau rasa umbi yang tumbuh di pekarangan, sedang kehilangan lebih dari sekadar makanan. Bangsa tersebut kehilangan ingatan.
Dan bangsa yang kehilangan ingatan akan mudah kehilangan masa depannya.
---
Locavore: Menyambung Kembali yang Terputus
Di sinilah gerakan "locavore" menemukan maknanya. Berasal dari perpaduan kata
"local" (lokal/setempat) dan "vore" (Latin "vorare" = makan), istilah ini merujuk pada orang yang memilih mengonsumsi makanan yang berasal dari daerah lokal, yang biasanya diproduksi dalam jarak dekat dari tempat tinggalnya.
Dalam kepenuhan maknanya, locavore bukan sekadar ajakan membeli produk lokal. Bukan pula sekadar tren kuliner yang merayakan keunikan rasa atau pendeknya jarak bahan makanan dari ladang ke meja makan.
Lebih dari itu, locavore adalah gerakan kebudayaan. Suatu ikhtiar menyambung kembali hubungan yang telah lama terputus:
hubungan antara manusia dengan tanah, antara kota dengan desa, antara petani dengan meja makan, antara alam dengan kebudayaan.
Setiap butir padi yang ditanam petani adalah cerita tentang kesabaran.
Artikel Terkait
Disdikpora Cianjur Siapkan BBPPMPV Pertanian Jadi Transit Sekolah Terintegrasi
Mutiara Pagi: Semua Dipergilirkan (Bagian 2277)
Sesudah Perayaan
Hotman Paris Sebut Febrie Adriansyah Sosok Kebanggan Prabowo, Istana: Jangan Kaitkan dengan Presiden
Audisi Beauty Muslimah Indonesia Jakarta 2027 Resmi Dibuka, Kesempatan Emas untuk Muslimah Jabodetabek!
Diduga Rindu Kampung Halaman, Kepala SPPG Blora Mendadak Resign usai Sempat Pamit Lalu Hilang Tak Kembali
Bekuk Dua Pelaku, Polres Cianjur Gagalkan Peredaran Belasan Kilogram Ganja
Viral Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Gedung Kejagung Jakarta, Desak Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diadili
Kabur dari Rombongan Trip di Korsel, Femas Sempat Kerja Sehari tapi Langsung Resign: Alasan Kerjanya Capek
Skandal Penculikan Atlet Golf Putri Jesslyn Wijaya di Jakpus: Dibawa 2 Pria ke Mobil