JournalNusantara.com - Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi hal yang sangat prinsip untuk dapat diimplementasikan dengan baik di tengah ruang publik. Pendidikan, penelitian dan pengabdian adalah tiga hal pokok yang menjadi alat ukur sehatnya kultur akademik di suatu Perguruan Tinggi, dalam hal ini Kampus yang menjadi pusat peradaban dan berkembangnya ilmu serta pengetahuan.
Pun demikian dengan Kampus UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung yang terus konsisten menerapkan konsep Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bingkai kegiatan rutin tahunan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sistem Perdayaan Masyarakat (Sisdamas)/ KKN Sisdamas.
Melalui kegiatan KKN ini, mahasiswa terjun langsung ke tengah masyarakat dan menjadi bagian dari kehidupan mereka. Mahasiswa "dipaksa" untuk belanja permasalahan sebanyak mungkin, menginventaris, menganalisa, memahami dan mencarikan solusi yang solutif serta konstruktif atas beragam permasalahan yang ada.
"Melalui kegiatan KKN ini diharapkan seluruh mahasiswa yang berjumlah 41 orang yang mewakili kelompok 217-218-219 mampu belajar dan mengabdi kepada masysarakat. Mahasiswa harus belanja permasalahan sebanyak mungkin, lantas menginventarisir, menganalisa, memahami dan mencarikan solusi yang solutif serta konstruktif atas beragam permasalahan yang ada. Jadilah Problem Solver dalam realitas sosial, buktikan bahwa kalian layak untuk dibanggakan oleh Almamater, orangtua dan bangsa ini." tutur Dedi Herdiana, MH, M.Ag selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dalam sambutannya saat Pelaksanaan Pembukaan KKN di Desa Sukamulya Kec. Karangtengah Kab. Cianjur pada Selasa (21/07).
"Dimana bumi dipijak maka disitulah langit dijunjung, pindah cai pindah tampian. Seluruh mahasiswa yang saya bimbing diharapkan mampu cepat beradaptasi dengan lingkungan baru, jadikan Desa Sukamulya sebagai sekolah tempat kalian belajar dan seluruh warganya adalah guru tempat kalian menimba ilmu. Pak Kades saya titipkan para mahasiswa yg berjumlah 41 orang ini, jangan sungkan untuk mengajari mereka dan membekali mereka dengan ilmu kehidupan.' tambah Dedi dengan nada serius, ditimpali senyum ramah Kepala Desa.
Hal senada juga dikemukakan oleh Wawan, S.IP selaku Kepala Desa Sukamulya. Dalam sambutannya Wawan mengungkapkann kegembiraan atas hadirnya Peserta KKN UIN SGD Bandung.
"Selamat datang kepada adek-adek mahasiswa di Desa kami. Sungguh suatu kehormatan bahwa Desa ini menjadi tempat pelaksanaan KKN UIN SGD Bandung tahun ini. Besar harapan kami kehadiran mahasiswa akan mampu memberikan warna tersendiri, memantik semangat hidup baru untuk seluruh warga di Desa ini. Jangan sungkan untuk mencurahkan segala ptensi baik di Desa ini. Jadilah putra-putri terbaik kebanggaan orangtua, bangsa dan negara." ungkap Wawan dengan nada hangat penuh kekeluargaan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media kami di lapangan, kegiatan KKN ini akan berlangsung lebih kurang 40 hari ke depan.
Tetap semangat para Peserta KKN, selamat berjuang dan belajar hidup bersama masyarakat, karena kehidupan adalah Kampus Kehidupan yanga tidak akan pernah mengenal kata Wisuda.*** (Rimba Raya)
Artikel Terkait
Mensesneg Beberkan Alasan Prabowo Tunjuk Nanik S Deyang jadi Dewas usai Mundur dari Jabatan Kepala BGN
Rekam Jejak Sudaryono Jadi Kepala BGN: Pejabat Komut PT Pupuk Indonesia hingga Ketum Asosiasi Pedagang
Jadi Tersangka Korupsi Pakan Satwa, Eks Dirut KBS Choirul Anwar Diduga Gasak Anggaran Rp7,4 M
Dilantik jadi Kepala BGN yang Baru, Sudaryono: Saya dan Keluarga Tidak Punya Dapur SPPG
Usai Mundur sebagai Kepala BGN, Nanik Deyang Diklaim Berpeluang Diperiksa Kejagung Skandal Korupsi MBG
Pedagang Kelapa Parut di Pasar Muka Ramayana Cianjur Tewas Ditusuk Sesama Pedagang
Kunjungi KPU dan Bawaslu RI, Santri Cianjur Dorong Peran Pemuda Kawal Integritas Pemilu
Jelang PKD, GP Ansor Karangtengah Cianjur Ziarah ke Makam KH Opo Musthofa
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Renovasi Rutilahu Rp50 Juta untuk Warga Cianjur
Sinergi BAZNAS dan Kemenag Cianjur Dorong Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis KUA