Bupati Cianjur Buka PORSADIN XII, Tegaskan Santri Pilar Penjaga Karakter

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Minggu, 19 Juli 2026 | 10:21 WIB
Bupati Cianjur. (FOTO: Ist)
Bupati Cianjur. (FOTO: Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, secara resmi membuka perhelatan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) XII tingkat Kabupaten Cianjur di SMKN 1 Pagelaran.

Kompetisi yang mempertemukan ribuan santri dari puluhan kecamatan ini diarahkan sebagai instrumen penguat moral spiritual sekaligus ruang penyaluran bakat pemuda di bidang olahraga dan seni keagamaan.

Upacara pembukaan berlangsung dinamis dengan dipadati ratusan pendidik, pemuka agama, serta masyarakat setempat yang menyaksikan parade perwakilan wilayah.

Dalam pidatonya, kepala daerah menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh kepanitiaan yang telah mencurahkan tenaga demi menyukseskan program investasi sumber daya manusia tersebut.

"PORSADIN bukan hanya soal menang atau kalah. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kegiatan ini mampu mempererat ukhuwah, membangun semangat kebersamaan, melatih sportivitas, serta membentuk generasi santri yang memiliki akhlakul karimah," tutur Wahyu.

Pemerintah daerah berkomitmen memberikan afirmasi penuh terhadap eksistensi lembaga pendidikan nonformal karena perannya yang krusial dalam menyemai etika kepemimpinan anak bangsa.

Merespons wacana dari pengurus wilayah, Wahyu menegaskan kesiapan penuh wilayahnya jika ditunjuk menjadi sentra pelaksanaan kompetisi serupa di tingkat provinsi.

"Kami dari Kabupaten Cianjur sangat siap. Tidak ada kata tidak siap apabila diberikan amanah menjadi tuan rumah PORSADIN tingkat Provinsi Jawa Barat. Ini adalah kesempatan untuk memberikan ruang yang lebih luas kepada anak-anak kami agar terus berkembang dan berprestasi," katanya menegaskan.

Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat menyelaraskan kemajuan infrastruktur fisik dengan keluhuran perilaku sehari-hari, mencontoh kedisiplinan ekologi di negara maju.

Wahyu berharap para santri mampu menjadi garda terdepan dalam menginisiasi perubahan positif di lingkungan tempat tinggal mereka.

"Menjadi juara memang membanggakan, tetapi yang lebih penting adalah semangat berjuang. Yang paling penting adalah silaturahmi di antara kita semua. Kita semua bersaudara, berasal dari keturunan Nabi Adam AS, memiliki semangat yang sama untuk membangun umat dan daerah," ia memungkasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X