LPTQ Cianjur Dorong MTQH Digelar Menjadi Agenda Tahunan

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Minggu, 26 Juli 2026 | 17:07 WIB
Iring-iringan ribuan peserta dari 32 kafilah kecamatan saat memeriahkan Pawai Ta'aruf MTQH XLVIII Kabupaten Cianjur di sepanjang rute Jembatan Pagelaran menuju Lapang Desa Pagelaran, Cianjur. (FOTO: Ist)
Iring-iringan ribuan peserta dari 32 kafilah kecamatan saat memeriahkan Pawai Ta'aruf MTQH XLVIII Kabupaten Cianjur di sepanjang rute Jembatan Pagelaran menuju Lapang Desa Pagelaran, Cianjur. (FOTO: Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Cianjur mendorong agar ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadis (MTQH) tingkat kabupaten dapat diselenggarakan setiap tahun. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat pembinaan serta syiar Islam di wilayah tersebut.

Pernyataan tersebut mengemuka di tengah pelaksanaan MTQH XLVIII Tingkat Kabupaten Cianjur Tahun 2026 yang resmi dipusatkan di Kecamatan Pagelaran sejak 25 hingga 30 Juli 2026. Ajang ini diawali dengan pendaftaran defile yang melibatkan perwakilan kontingen dari 32 kecamatan pada Minggu (26/7/2026).

Ketua LPTQ Kabupaten Cianjur, H. Ruhli Solehudin, menyatakan bahwa perubahan ritme pelaksanaan menjadi agenda tahunan akan memberi dampak positif bagi pengembangan potensi para peserta di daerah.

"Harapan kita semua, mudah-mudahan penyelenggaraan yang biasanya dua tahun sekali ke depan bisa dilaksanakan setiap tahun," katanya.

Ruhli menambahkan, intensitas perlombaan yang lebih rutin diharapkan mampu melahirkan qari maupun hafiz berkualitas yang siap bersaing di tingkat Provinsi Jawa Barat hingga nasional.

"Harapan berikutnya adalah menciptakan tahfiz dan tahfizah Kabupaten Cianjur yang mampu membawa nama baik daerah di tingkat provinsi bahkan nasional," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pembinaan yang terstruktur dan tidak hanya berfokus pada momentum perlombaan semata agar regenerasi penghafal Al-Qur'an tetap berjalan optimal.

"Ke depan harus ada pembinaan di tingkat kecamatan secara kontinyu. Tanpa pembinaan yang berkesinambungan, proses regenerasi qari, qariah, hafiz, dan hafizah tidak akan berjalan optimal," katanya.

Guna menjaga kelancaran dan ketertiban selama rangkaian acara pembuka berlangsung, petugas gabungan menerapkan sistem buka-tutup arus lalu lintas di sekitar rute utama.

Langkah antisipasi ini diambil untuk mengurai penumpukan kendaraan akibat antusiasme warga yang memadati area kegiatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X