kesibukan datang silih berganti
mengisi hari tiada henti
langkah terasa begitu berarti
namun arah kerap tak terkendali
waktu habis untuk dunia
demi mengejar yang kasat mata
hingga lupa yang di atas sana
yang memberi kita segalanya
kita sibuk menata rencana
bagaimana mendapatkan dunia
namun sering lupa untuk bertanya
buat apa semua yang kita punya
yang dekat sering terlupakan
padahal tak pernah menjauh
hanya karena kesibukan
membuat kita berpaling jauh
maka hati terasa sempit
meski dunia dalam genggaman
hidup pun semakin rumit
tak pernah merasakan kebahagiaan
maka berhentilah sejenak
di tengah riuhnya kehidupan
agar hati kembali menapak
mendekatkan diri kepada Tuhan
karena dalam setiap langkah
hidup bukan sekadar berlari
melainkan tentang kembali berserah
kepada Sang Pencipta semesta ini
Malang, 17 Juni 2026
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Menjaga Arah (Bagian 2241)
Inilah Deretan Cagar Budaya Indramayu yang Masih Eksis Sampai Sekarang
Pembongkaran Kios Puncak Cianjur Dinilai Korbankan Kesejahteraan Warga
PMII Cianjur Geruduk DPRD, Bawa 5 Tuntutan dan Sampaikan Mosi Tidak Percaya
Sebut Tak Punya Dasar, Kuasa Hukum Villa Bougenville 2 Desak Disperkim Cianjur Cabut Surat Penghentian IPL
Jaga Optimisme Program Pemerintah, Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran Ajak Semua Elemen Bersinergi
Mutiara Pagi: Hijrah (Bagian 2242)
RSUD Cimacan Cianjur Luncurkan Layanan Antar-Jemput Pasien Pasca-ICU 'Mulih Sae'
Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Agrabinta dan Kelompok Tani di Cianjur Panen 5 Ton Jagung Hibrida
Obor Hijriah Perangi Korupsi