JOURNALNUSANTARA.COM, INDRAMAYU – Di tengah perkembangan Kabupaten Indramayu yang terus melaju, sejumlah bangunan bersejarah masih berdiri kokoh menjadi saksi perjalanan panjang daerah ini.
Bangunan-bangunan tersebut tidak hanya menyimpan cerita masa lalu, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas dan kebanggaan masyarakat Indramayu hingga saat ini.
Berdasarkan ketetapan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu, terdapat enam bangunan cagar budaya utama yang telah resmi ditetapkan. Bangunan tersebut menjadi bukti nyata perjalanan sejarah Indramayu dari masa ke masa.
Berikut adalah deretan cagar budaya di Kabupaten Indramayu yang masih eksis hingga saat ini:
1. Gedung Landraad (Bekas Pengadilan Kolonial)
Salah satu bangunan bersejarah yang masih dapat dijumpai adalah Gedung Landraad, yang berada di kawasan sekitar Alun-alun Kabupaten Indramayu. Gedung ini merupakan bekas pengadilan pada masa Hindia Belanda yang diperkirakan berdiri sejak tahun 1912.
Gedung Landraad memiliki ciri khas arsitektur pengadilan pada masa Hindia Belanda di Pulau Jawa. Hal tersebut terlihat dari bentuk daun pintu yang besar dan lebar serta keberadaan tiang utama di ruang sidang yang menjadi penanda khas bangunan pengadilan kolonial pada masanya.
Saat ini, bangunan tersebut tengah menjalani proses renovasi guna mempertahankan nilai sejarah yang dimilikinya. Berdasarkan keterangan TACB Kabupaten Indramayu, beberapa ruang pada bangunan terpaksa dibongkar karena kondisi yang sudah rapuh dan membutuhkan biaya besar untuk pemulihan.
Meski demikian, sekitar 80 persen struktur bangunan masih terjaga dengan baik sehingga renovasi dilakukan untuk memastikan keberlanjutan bangunan sebagai warisan sejarah.
2. Gedong Duwur
Tak jauh dari Gedung Landraad, terdapat bangunan bersejarah lain yang dikenal masyarakat sebagai Gedong Duwur. Bangunan yang berlokasi di Jalan Mayor Dasuki, Desa Penganjang, Kecamatan Sindang, ini merupakan salah satu cagar budaya yang menjadi saksi perkembangan pemerintahan Indramayu pada masa kolonial.
Bangunan ini didirikan pada tahun 1866 dan digunakan sebagai rumah tinggal Asisten Residen Indramayu saat itu, Gerard Pieter Servatius.
Artikel Terkait
Diduga Jadi Sasaran Intimidasi, Mantan Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Kolong Mobilnya
Geliat Ekonomi Syariah Ambil Bagian dalam Kemeriahan MTQH Ke-48 Cianjur di Pagelaran
Ratusan Lapak Tanpa Izin di Puncak Pass Cianjur Diratakan Petugas
Rezeki Takkan Pernah Tertukar, Maka Janganlah Mati-Matian Untuk Dikejar
Mendesain Problem-Based Assessment Sebagai Instrumen Pengukur Ketajaman Berpikir Analitis Lulusan Perguruan Tinggi
Mengenang Tujuh Momentum Krusial Perjalanan Hijrah Rasulullah yang Mengubah Sejarah Peradaban
Polsek Bojongpicung Cianjur Dorong Ketahanan Pangan Lewat Penanaman Jagung Hibrida
RSUD Cianjur Disorot Terkait Penahanan KTP Penunggu Pasien, Berpotensi Langgar UU PDP
Amankan 2.997 Knalpot Brong, Langkah Tegas Polres Cianjur Diapresiasi Pimpinan DPRD
Mutiara Pagi: Menjaga Arah (Bagian 2241)