Penyelidikan Penemuan Bayi di Toilet KA Sancaka Fokus pada Rekaman CCTV

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Minggu, 5 Juli 2026 | 13:31 WIB
Geger penemuan bayi di KA Sancaka Yogyakarta-Surabaya Gubeng. (Threads/merapi_uncover - Polresta Surakarta)
Geger penemuan bayi di KA Sancaka Yogyakarta-Surabaya Gubeng. (Threads/merapi_uncover - Polresta Surakarta)

JOURNALNUSANTARA.COM, SURABAYA - Aparat kepolisian bergerak cepat mengusut kasus penemuan seorang bayi laki-laki yang ditinggalkan di dalam toilet KA Sancaka 84B rute Yogyakarta menuju Surabaya Gubeng. Peristiwa yang sempat viral di jagat maya tersebut terjadi sesaat setelah armada kereta api bertolak dari Stasiun Yogyakarta pada Sabtu pagi, 4 Juli 2026.

Penanganan perkara ini dilakukan secara terintegrasi oleh jajaran Satreskrim Polresta Surakarta yang bekerja sama dengan Unit Reskrim Polsek Banjarsari. Petugas berfokus mengumpulkan petunjuk untuk melacak keberadaan orang tua yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Kapolsek Banjarsari Kompol Harno menerangkan bahwa serangkaian tindakan penegakan hukum telah digulirkan guna mengungkap identitas terduga pelaku. Langkah awal dilakukan dengan memeriksa lokasi, meminta keterangan para saksi, mengamankan barang bukti, serta menyisir rekaman kamera pengawas.

Pihak kepolisian juga menjalin komunikasi intensif dengan manajemen PT KAI Daop 6 Yogyakarta guna mempermudah pencarian profil penumpang. "Serangkaian penyelidikan masih dilakukan, mulai dari olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi-saksi, pengumpulan barang bukti, penelusuran rekaman CCTV, hingga berkoordinasi dengan pihak PT KAI Daop 6 Yogyakarta untuk mengungkap pelaku," ujar Harno pada Minggu (5/7/2026).

Bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut pertama kali disadari keberadaannya oleh petugas yang sedang berdinas di gerbong eksekutif 3 sekitar pukul 07.20 WIB. Temuan darurat ini segera dilaporkan ke Pusat Pengendalian Pelayanan Stasiun Solo Balapan agar proses evakuasi dapat disiapkan lebih awal sebelum kereta merapat.

Begitu kereta api berhenti di peron Stasiun Solo Balapan pukul 07.30 WIB, petugas langsung membawa sang bayi ke Pos Kesehatan stasiun untuk mendapatkan pertolongan pertama. Setelah proses serah terima selesai, KA Sancaka diizinkan kembali melanjutkan perjalanannya menuju Surabaya pada pukul 07.33 WIB.

Guna memastikan kondisi fisiknya tetap stabil, anak tersebut saat ini dipindahkan ke fasilitas penanganan yang lebih lengkap. Harno menyebutkan bahwa saat ini bayi tersebut telah mendapatkan perawatan intensif di RS Bhayangkara Surakarta untuk menjamin keselamatan dan kesehatannya.

Di sisi lain, Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih menyatakan komitmen penuh korporasi untuk membantu kepolisian. Pihak maskapai perkeretaapian siap membuka akses data dan memberikan dukungan total demi kelancaran proses hukum.

Harno juga mengetuk kepedulian masyarakat yang sekiranya memiliki informasi valid mengenai pergerakan mencurigakan di sekitar stasiun atau di dalam gerbong pada waktu kejadian. Kepolisian berharap partisipasi aktif warga dapat mempercepat penuntasan kasus ini secara transparan sesuai dengan regulasi hukum yang berlaku.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Empat Pilar Harus Ditanamkan Sejak Dini

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:17 WIB
X