Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhary sukses menggelar agenda Pelantikan Raya di Aula Kampus Pergerakan, Minggu, 24/05/2026
Acara yang berlangsung khidmat ini melantik sekaligus jajaran Pengurus Komisariat, Korps PMII Putri (KOPRI), Rayon Fakultas Syariah, dan Rayon Fakultas Tarbiyah masa khidmat 2026-2027.
Dengan mengangkat tema "Revitalisasi Marwah Kaderisasi: Meneguhkan Komitmen Pergerakan PMII Al-Azhary", momentum ini dijadikan sebagai batu loncatan untuk mengembalikan marwah organisasi serta memperkuat komitmen ideologis seluruh kader.
Prosesi pelantikan berjalan dengan sakral saat pembacaan ikrar pengurus dipandu oleh Ketua Pengurus Cabang (PC) PMII Kabupaten Cianjur, yang kemudian diikuti secara serentak oleh seluruh pengurus yang hadir.
Dalam sambutannya, Ketua Komisariat PMII IAI Al-Azhary Rahadian Taqi Yusup yang baru saja dilantik menegaskan bahwa tema yang diusung bukan sekadar pemanis jargon, melainkan sebuah peta jalan menghadapi tantangan zaman.
"Momentum yang harus dipahami sebagai ruang konsolidasi gagasan dan refleksi kolektif terhadap kondisi kaderisasi PMII hari ini, khususnya PMII Al-Azhary. Karena tantangan terbesar organisasi pergerakan saat ini bukan hanya persoalan kuantitas kader, melainkan krisis orientasi intelektual dan melemahnya kesadaran ideologis dalam tubuh gerakan itu sendiri," ujarnya.
"Karena itulah, kami membawa satu spirit besar yaitu 'Revitalisasi Marwah Kaderisasi'. Sebuah upaya untuk mengembalikan kaderisasi sebagai jantung utama organisasi," tambah Ketua Komisariat baru tersebut dengan tegas.
Ketua Cabang PMII Cianjur, Nur Alim Abdul Gani, menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari estafet perjuangan dan pengabdian kader dalam mengemban amanah organisasi.
“Kami berharap sahabat-sahabat yang baru dilantik mampu menjalankan roda organisasi dengan penuh tanggung jawab hingga akhir masa khidmat. Jadilah kader yang tangguh dalam proses, peka terhadap berbagai persoalan sosial, serta konsisten menjaga komitmen perjuangan. Sebab, mundur satu langkah dari amanah merupakan bentuk pengkhianatan terhadap organisasi, dan cita-cita perjuangan yang telah disepakati bersama,” tegasnya.
Turut hadir Anggota DPRD Jawa Barat Asep Suherman, yang memberikan sambutan sekaligus arahannya. Ia menegaskan bahwa kehidupan empat tahun sebagai mahasiswa merupakan momen langka yang datang sekali seumur hidup, sehingga harus dimanfaatkan secara maksimal.
"Saya berpesan supaya kader berani mencoba banyak hal baru dan yang terpenting adalah memperkuat literasi dengan banyak membaca demi menopang intelektual pergerakan" tandasnya.
Acara ini menjadi magnet bagi ratusan kader dan alumni PMII Al-Azhary yang datang dari berbagai angkatan. Kehadiran para alumni memberikan suntikan moril dan menegaskan bahwa ruang sambung generasi di tubuh PMII tetap terjaga dengan baik.
Selain internal organisasi, pelantikan ini juga dimeriahkan oleh kehadiran tamu undangan, seperti sahabat-sahabat PMII dari Komisariat STISNU serta perwakilan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Komisariat Al-Azhary, yang mencerminkan harmonisasi gerakan mahasiswa di kampus.
Artikel Terkait
Menuntut Keadilan, Refleksi atas Kasus Kekerasan Seksual di Universitas Indonesia
Presiden Salurkan Hewan Kurban untuk Petani dan Pedagang di Cianjur lewat Tani Merdeka
Menanggapi Isu Pelecehan Seksual di Fakultas Hukum Universitas Indonesia
Mutiara Pagi: Logika (Bagian 2225)
Refleksi Tentang Kesetaraan Gender
Hilirisasi Berujung Nestapa Ekologi, Urgensi Audit Total Gurita Tambang di Teluk Buli
Diduga Jadi Lumbung Mafia Proyek, LPSE Cianjur Didemo Jaringan Intelektual Muda
KAI Cianjur Tegaskan Wajah Pengabdian Advokat di HUT Ke-18
Mutiara Pagi: Kebaikan ( Bagian 2226)
Bisa Education Sukses Antarkan Tujuh Siswa Lolos ke Perguruan Tinggi Negeri