Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB
Muhammad Abdul Aziz (Komisariat PMII STAI Kharisma Sukabumi) (Ist)
Muhammad Abdul Aziz (Komisariat PMII STAI Kharisma Sukabumi) (Ist)

Oleh: Muhammad Abdul Aziz (Komisariat PMII STAI Kharisma Sukabumi)

Di tengah kehidupan masyarakat yang terus berkembang, isu mengenai kesetaraan gender masih menjadi pembahasan yang sering terdengar di mana-mana.

Masih banyak orang yang menganggap bahwa kesetaraan gender hanyalah tentang perempuan yang ingin memiliki posisi sama dengan laki-laki.

Padahal, lebih dari itu, kesetaraan gender berbicara tentang bagaimana setiap manusia mendapatkan hak, kesempatan, dan perlakuan yang adil tanpa dibatasi oleh gendernya.

Tanpa kita sadari, di lingkungan sekitar kita masih banyak terjadi pelabelan tertentu terhadap laki-laki dan perempuan, atau yang kerap disebut dengan stereotip.

Perempuan sering dianggap lebih cocok berada di ranah domestik, sementara laki-laki dituntut untuk selalu kuat dan tidak boleh menunjukkan kelemahan.

Pola pikir seperti ini perlahan membentuk batas-batas yang membuat seseorang sulit berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

Kesetaraan gender bukan berarti menghilangkan perbedaan antara laki-laki dan perempuan, melainkan menghargai perbedaan tersebut tanpa menjadikannya alasan untuk membedakan hak dan kesempatan.

Setiap orang berhak memiliki mimpi, mengenyam pendidikan, mendapatkan pekerjaan, bahkan memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat tanpa takut diremehkan hanya karena gendernya.

Melalui refleksi ini, kita dapat memahami bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Menghargai pendapat orang lain, menghindari ucapan yang merendahkan gender tertentu, dan membiasakan diri bersikap adil merupakan bentuk sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebab pada akhirnya, kesetaraan gender bukan hanya tentang perempuan ataupun laki-laki, melainkan tentang menciptakan lingkungan yang lebih manusiawi, saling menghargai, dan memberikan ruang yang sama bagi setiap individu untuk berkembang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Yang Harus Digali DPRD Cianjur atas Raperda P2APBD

Minggu, 28 Juni 2026 | 09:30 WIB

Obor Hijriah Perangi Korupsi

Selasa, 16 Juni 2026 | 20:05 WIB
X