Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Kurban dan Solusi Krisis Kepedulian Masa Kini (Bagian 41)

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Jumat, 29 Mei 2026 | 08:35 WIB
Ilustrasi Idul Adha.
Ilustrasi Idul Adha.

JOURNALNUSANTARA.COM - Ibadah kurban yang dilaksanakan setiap tahun bukan sekadar ritual keagamaan biasa. Di tengah kehidupan modern yang individualistis, kurban hadir sebagai solusi atas krisis kepedulian masa kini.

Kehidupan kontemporer sering kali menjebak manusia dalam lingkaran materi dan ego pribadi. Akibatnya, kepekaan terhadap penderitaan sesama perlahan mulai mengikis. Di sinilah esensi kurban menemukan relevansi tertingginya.

Pada hakikatnya, kurban mengajarkan nilai keikhlasan yang melampaui kepentingan diri sendiri. Dengan menyembelih hewan kurban, seseorang diajak untuk meruntuhkan sekat-sekat egoisme dalam dirinya.

Daging kurban yang dibagikan memastikan kebahagiaan hari raya dirasakan semua lapisan. Golongan fakir dan miskin yang sering luput dari perhatian kini dapat tersenyum bersama.

Aktivitas ini secara langsung menumbuhkan empati di masyarakat. Semangat gotong royong yang mulai pudar di era digital kembali dihidupkan melalui proses bersama ini.

Lebih dari sekadar pembagian materi, kurban memicu interaksi sosial yang hangat. Proses penyembelihan hingga distribusi melibatkan banyak orang dan menciptakan ruang silaturahmi yang inklusif.

Dalam kebersamaan tersebut, perbedaan status sosial melebur seketika. Masyarakat diajak untuk saling memandang sebagai sesama manusia yang setara dan saling membutuhkan.

Melalui ibadah kurban, krisis kepedulian masa kini dapat diurai secara perlahan. Kurban membuktikan bahwa kepedulian harus diwujudkan dalam aksi nyata, bukan sekadar simpati di media sosial.

Ketika nilai pengorbanan ini diterapkan dalam keseharian, tatanan masyarakat akan berubah. Kita akan melihat lingkungan yang lebih humanis, responsif, dan penuh rasa kekeluargaan.

Oleh: Tim Media DKM Al-Muhajirin, Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Yang Harus Digali DPRD Cianjur atas Raperda P2APBD

Minggu, 28 Juni 2026 | 09:30 WIB
X