Keseluruhan lima puisi esai yang panjang, semuanya soal drama di dunia wartawan. Jonminofri sendiri sejak awal memang menjadikan jurnalisme sebagai salah satu panggilan hidupnya.
Sesuai dengan pakem puisi esai, aneka kisah di puisi esai adalah true story. Ini kisah yang sebenarnya. Tapi dalam fakta itu dimasukkan kisah fiksi untuk dramatisasi.
Catatan kaki menjadi sentral di puisi esai. Ia menjadi wakil dari dunia faktual yang menjadi ibu kandung dan setting sosial puisi di atasnya.
Jonminofri termasuk generasi pertama puisi esai. Setahun sejak terbitnya buku puisi esai yang pertama “Atas Nama Cinta,” (2012), Jonminofri sudah aktif dalam gerakan puisi esai. Buku puisi esainya sudah disiapkan untuk terbit di tahun 2013-2014.
Karena satu dan lain hal, finalisasi buku puisi esai itu baru selesai di tahun 2024.
Sejak era sebelum Covid-19 hingga sekarang (2024), Jonminofri aktif dalam dua festival puisi esai tahunan.
Di Sabah Malaysia, dibiayai pemerintah setempat, berlangsung Festival Puisi Esai Tingkat ASEAN, yang di tahun 2024 ini sudah memasuki tahun ketiga.
Sedangkan di Indonesia, Festival Puisi Esai Nasional, di tahun 2024 memasuki tahun kedua.
Puisi esai dijadikan Jonminofri sebagai medium untuk juga mengabarkan sisi gelap dan unik dunia wartawan.
Kekerasan hingga pembunuhan wartawan itu memang isu penting untuk terus diberitakan. Isu ini bisa ditulis dalam bentuk makalah akademik, atau berita jurnalistik. Kedua bentuk tulisan itu harus setia pada fakta sebenarnya.
Sementara Jonminofri memilih menambahkan fiksi dalam fakta kekerasan wartawan itu agar lebih dramatis dan menyentuh hati.
Cara bertuturnya menjadi puisi esai. Sedangkan isi puisi esainya menggaungkan kembali true story, sepotong sejarah, di ruang publik agar kisah dunia wartawan itu lebih menggugah.
Artikel Terkait
Jika Mencintai Ahlul Bait Rasulullah SAW Adalah Sebuah Dosa, Maka Aku Tidak Akan Bertaubat Dengan Dosa Itu
PBNU dan Program Green Pesantren
Kok Bisa Ada Link Promo Judi Online di Situs .go.id, mil.id, dan ac.id?
Melihat Kereta Anti Peluru Milik Indonesia
Nafa Urbach Basah-basahan, Mandi Keramas di Sungai
Jasa Marga Gelar Rangkaian Akhlak Festival 2024
Menembak Kapolres Siak Cup Berlangsung Sukses, Ini Daftar Juaranya!
Yonmarhanlan XIII Tarakan Ikuti Kegiatan Bersih-Bersih Pantai
Maafkan Kami Bung Hatta
Jelang Liga 1 2024/2025, PSSI Tuntaskan Kursus Wasit