Jika Mencintai Ahlul Bait Rasulullah SAW Adalah Sebuah Dosa, Maka Aku Tidak Akan Bertaubat Dengan Dosa Itu

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Minggu, 7 Juli 2024 | 08:00 WIB
Foto atau gambar ilustrasi nabi yang masih hidup sampai saat ini  (Tangkapan layar Youtube Channel Ngaji )
Foto atau gambar ilustrasi nabi yang masih hidup sampai saat ini (Tangkapan layar Youtube Channel Ngaji )

Oleh: Fahrur Rozi

"Al Imam Syafi’I rahimahullah berkata dalam syairnya :

"Jika dosaku karena kecintaan kepada keluarga Muhammad (Rasulullah) Maka aku tidak akan bertaubat dari dosa itu. Mereka adalah penolongku pada hari ketika di mahsyar dalam perhentianku”.

Berkata Al Hafidz Jamaluddin Az Zarnadi Al Madani dalam kitabnya “Mi’raj Al Wushul fi Ma’rifah Aal Ar Rasul“ mengutip Abu Al Qasim Al Fadl bin Muhammad Al Mustamali, bahwa Al Qadhi Aba Bakar Sahl bin Muhammad menceritakan padanya, Ia berkata, berkata Abu Al Qasim bin Al Athayib; telah sampai kepadaku bahwa Asy Syafie bersenandung dengan bait-bait syair ini.

"Peristiwa itu yang membuat tidurku tak lagi nyenyak, rambutku menjadi putih".

Hari-hari berganti membawa dengan segala pesan-pesanya.
Hatiku pedih, Dan setiap hati pun jadi merana".

Kantuk tak lagi menghampiriku, kegelisahan ini membuatku tak bisa tidur.

Bumi bergoncang kerena (Musibah yang menimpa) keluarga Muhammad, karena mereka (Keluarga Muhammad) gunung-gunung yang kokoh
meleleh hancur.

Wahai siapakah yang akan
menyampaikan suratku kepada Al Husein, sekalipun ada akibat kebencian bagi yang memiliki hati dan jiwa.

Terbunuh tanpa ada dosa, Sehingga seakan-akan bajunya, dicelup dengan merah pekatnya
darah.

Kami bershalawat kepada Al Mukhtar (Nabi) dan keluarga Bani Hasyim, terus kami memerangi anak-anaknya? (Tidaklah mungkin).

Sungguh ini hal sangat mengherankan. Jika dosaku karena kecintaan kepada keluarga Muhammad (Rasulullah) maka aku tidak akan bertaubat dari dosa itu.

Mereka adalah penolongku pada hari ketika di mahsyar dalam perhentianku.

Kebencian terhadap mereka
(Keluarga Rasulullah) menurut Syafie itulah yang dinamakan dosa!".

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X