Fikom Digi 5.0; Perguruan Tinggi Harus Responsif dengan Kebutuhan Industri !

photo author
Ridwan Mubarok, Journal Nusantara
- Jumat, 5 Juli 2024 | 19:54 WIB
mahasiswa Universitas Moestopo luncurkan fikom. (humas)
mahasiswa Universitas Moestopo luncurkan fikom. (humas)

JournalNusantara.com - Lembaga pendidikan setingkat Perguruan Tinggi kini keberadannya semakin menjamur saja. Terlebih kampus-kampus swasta sangat banyak bertebaran dan menjadi bagian dari khasanah kehidupan akademik di Republik ini. 

Kebutuhan industri terus berkembang. Di tengah perkembangan zaman dan teknologi, industri membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang memumpuni. Ketersediaan SDM itu selama ini disuplai dari perguruan tinggi. Maka dari itu, kampus atau perguruan tinggi dituntut menyesuaikan keahlian dari alumnus mereka agar bisa diterima industri.

Fenomena itu disadari oleh Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama). Untuk Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom), Unive Moestopo meluncurkan empat konsenstrasi baru program studi. Yakni, Digital PR, Digital Advertising, Digital Journalism, dan Digital Broadcasting.

Keempat konsentrasi itu pun mengubah tagline dari Fikom menjadi FIKOM DIGI 5.0. Peluncuran tagline dari Fikom ini berlangsung pada Rabu (3/7).

Dekan Fikom Universitas Moestopo Muhammad Saifulloh mengatakan, tagline baru itu untuk menjawab kebutuhan dan perkembangan teknologi komuikasi yang berkaitan digitalisasi. “Kampus harus mampu merespons perubahan baik konteks industri maupun kebutuhan masyarakat dan pengguna (stakeholder),” ujarnya kepada JawaPos.com, Kamis (4/7).

Pelunucuran tagline FIKOM DIGI 5.0 untuk Fikom Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta pada Rabu (3/7). (Universitas Moestopo)
Dia berharap dengan penamaan konsetrasi baru itu mampu meningkatkan animo calon mahasiswa untuk kuliah di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Muhammad Saifulloh menjelaskan, bahwa penamaan konsentrasi ini dilakukan melalui beberapa tahapan. Mulai dari penyusunan profil lulusan, kurikulum dan muatan mata kuliah, Focus Group Discussion (FGD). Untuk FGD melibatkan narasumber yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi komunikasi secara digital. Termasuk juga faktor-faktor yang diperhitungkan sebagai syarat perubahan kurikulum.

“Faktor-faktor tersebut diukur berdasarkan atas riset yang dilakukan secara internal yang dibagi atas empat kelompok, yaitu perspektif keuangan; perspektif stakeholders; perspektif proses internal; dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.

Saefulloh optimistis, adaptasi nama konsentrasi baru dapat memberi warna tersendiri bagi Fikom Moestomo. Pihak kampus pun mampu merespons perubahan pada bidang digital yang semakin canggih dan tantangan untuk mendidik SDM, khususya Gen Z. "Kebutuhan saat ini dan masa mendatang yaitu punya karakter (digital character building)."

Sumber: JawaPos/ Ilham Safutra

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ridwan Mubarok

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X