PBNU dan Program Green Pesantren

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Minggu, 7 Juli 2024 | 10:00 WIB
Presiden Joko Widodo meluncurkan Program Nusantara Green Pesantren di IKN. (Biro Pers Sektretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo meluncurkan Program Nusantara Green Pesantren di IKN. (Biro Pers Sektretariat Presiden)

Tema PBNU "Merawat Jagat, Membangun Peradaban" adalah acuan dari program kerja PBNU masa khidmat 2022 - 2027.

Salah satu Lembaga yang memiliki program Green Pesantren adalah LAZISNU, LPBI NU dan RMI NU, yang memiliki korelasi dalam merawat jagat membangun peradaban.

Program green pesantren diharapkan bisa menjadi titik pijak bagi NU untuk terus aktif dalam upaya-upaya membangun kehidupan atau lingkungan yang betul-betul ramah.

Selain itu juga untuk membangun sebuah iklim masyarakat yang sangat peduli terkait isu-isu lingkungan.

Pesantren adalah sebuah subkultur yang selama ini memiliki kontribusi yang sangat besar bagi peradaban, khususnya bagi muslim di Indonesia.

Di pesantren-pesantren itu ada kiai yang memiliki otoritas terhadap bagaimana sebuah pesantren dikelola, ada banyak santri, ada komunitas masyarakatnya.

Maka ini menjadi strategis untuk program pesantren hijau, agar bisa membangun kesadaran secara masif melalui komunitas pesantren yang tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan pesantren tapi juga pada masyarakat luas.

Program green pesantren ini akan mensosialisasikan dan mengembangkan cara-cara kreatif bagaimana mengelola sampah-sampah itu secara baik sehingga menghasilkan keuntungan ekonomis.

Sampah-sampah yang ada di pesantren bisa dikelola secara baik, dan para santri nantinya bisa memiliki skill (keterampilan) dalam mengelola serta mendaur ulang sampah.

Termasuk membangun kesadaran agar bisa mengurangi sampah yang ada di lingkungannya.

Jadi prinsip 3R yaitu Reduce (kurangi), Reuse (gunakan kembali), dan Recycle (daur ulang) itu nanti benar-benar bisa kita tanamkan.

Kita juga jadikan sebuah habit (kebiasaan) di pesantren, agar program green pesantren ini bisa menjadi kontribusi pesantren dan juga kontribusi NU dalam konteks untuk merawat jagat dan membangun peradaban.

Oleh: HMS

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X